Hal ini menjadi bagian dari transformasi industri jasa keuangan agar lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin terus mendorong industri asuransi dan penjaminan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas serta menciptakan praktik bisnis yang lebih terpercaya,” tambahnya.
Kolaborasi industri dan akademisi
Jogja Financial Festival 2026 diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, akademisi, dan masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas edukasi finansial secara inklusif dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas dan aman.
Baca Juga: Ironi layanan kesehatan di RSUD Subang, warga miskin dibebani syarat administrasi panjang
Acara yang digelar oleh Transmedia bersama berbagai lembaga ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta pelaku industri perbankan, pasar modal, dan asuransi.
Dorong ekosistem keuangan yang lebih kuat
Melalui partisipasi ini, IFG berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mitigasi risiko dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan nasional yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.***