GENMILENIAL.ID — Indonesia Creative Cities Network (ICCN) memperkuat sinergi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui audiensi strategis yang digelar di Jakarta, Kamis, 11 Februari 2026.
Pertemuan tersebut membahas peta jalan pengembangan ekonomi kreatif nasional, mulai dari integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI), penguatan city branding, hingga strategi memperkokoh posisi Indonesia di kancah global.
Jakarta, 12 Februari 2026. Audiensi itu diterima langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah ICCN.
Dalam rapat terbatas tersebut, jajaran ICCN memaparkan sejumlah inovasi digital yang dirancang menjadi tulang punggung penguatan ekosistem kreatif di berbagai daerah.
Baca Juga: Super Air Jet tujuan Denpasar diduga delay 5 jam, penumpang keluhkan minimnya penjelasan
Inovasi berbasis data dan AI
Ketua Umum ICCN, T.B. Fiki C. Satari, memperkenalkan super platform yang berfungsi sebagai orkestrator ekosistem kreatif nasional.
Platform tersebut mengintegrasikan data secara real-time dan didukung AI Agent untuk kebutuhan pendataan, analisis, serta monitoring berbasis indikator terukur.
Menurut Fiki, pendekatan ini mengacu pada indikator global yang digunakan oleh UNESCO dan kerangka kerja kawasan ASEAN.
Melalui dashboard executive summary dan city performance analysis, pemerintah dapat memetakan kekuatan serta tantangan ekonomi kreatif di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota secara presisi.
“Riset ini berfungsi sebagai kompas yang membantu Kementerian Ekonomi Kreatif menavigasi tantangan dan peluang daerah. Dengan data yang akurat, kebijakan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan berbasis data menjadi kunci agar pengembangan ekonomi kreatif tidak lagi berjalan sporadis, melainkan terarah sesuai potensi masing-masing wilayah.
Tiga program quick wins 2026