Menurutnya, keberhasilan ekspor kopi ini tidak terlepas dari kerja sama petani, koperasi, dan dukungan pemerintah.
Baca Juga: Theo Derick ungkap penyebab munculnya sandwich generation, bukan soal gaji tapi perbedaan mindset
“Ekspor ini bukan sekadar pengiriman barang, tetapi simbol kemajuan sektor pertanian dan perdagangan di Subang,” tegasnya.
Menteri Koperasi: Koperasi Subang berkelas dunia
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menilai Koperasi Gunung Luhur Berkah sebagai contoh koperasi modern yang layak menjadi model nasional.
“Koperasi ini sudah berkelas dunia dan berpotensi terus memperluas pasar ekspor,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi koperasi agar berperan aktif dalam sektor produksi, distribusi, hingga pembiayaan.
“Kita ingin koperasi menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda,” ujarnya.
Dorong UMKM naik kelas dan serap tenaga kerja
Ekspor kopi ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya usaha berbasis pertanian dan perkebunan di Subang.
Pemerintah daerah pun menargetkan agar koperasi-koperasi lain dapat mengikuti jejak Koperasi GLB dalam menembus pasar ekspor.
Selain meningkatkan nilai jual produk lokal, langkah ini juga dinilai mampu membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.***