Sementara itu, Perumdam TDA Indramayu datang dengan membawa sejumlah tantangan strategis yang harus segera ditangani.
Mulai dari kualitas air baku yang rendah karena berasal dari buangan Sungai Cimanuk, tingkat kebocoran air (NRW) yang masih 34 persen, hingga pencatatan meter oleh pihak ketiga yang memicu keluhan akurasi tagihan pelanggan.
Kondisi tersebut semakin berat dengan kebijakan tarif air mengikuti UMK, yang relatif lebih rendah.
Nurpan menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Perumda Subang.
Baca Juga: Pengamat: Gaya empatik Seskab Teddy dinilai ciptakan birokrasi baru yang lebih dekat dengan rakyat
“Inovasi digital dan tata kelola yang diterapkan Perumda Tirta Rangga Subang menjadi referensi penting bagi kami untuk meningkatkan efektivitas operasional dan mutu pelayanan,” ucapnya.
Melalui studi tiru ini, Perumdam TDA Indramayu menegaskan komitmennya untuk mengadopsi dan menyesuaikan berbagai inovasi yang relevan.
Kedua Perumda sepakat bahwa digitalisasi, penguatan organisasi, dan kolaborasi antardaerah merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kualitas pelayanan air minum yang profesional dan berkelanjutan.***