karir-bisnis

Dari rumah rakyat hingga smart industry: Forum Inabanks ungkap arah investasi 2026

Jumat, 14 November 2025 | 13:31 WIB
Pemerintah bersama pelaku industri, pengembang, dan perbankan sepakat perkuat investasi di sektor properti, Rabu 12 November 2025 (Dok. Istimewa)

Baca Juga: UMKM Mitra Dahana ikuti inkubasi bisnis TJSL, siap naik kelas dan go digital

Buhari Sirait, Direktur Pembiayaan Perumahan Perkotaan, menyebut pemerintah menyiapkan berbagai stimulus, mulai dari pembebasan BPHTB, percepatan izin PBG dalam 10 hari kerja, hingga pembiayaan FLPP sebesar Rp25,1 triliun untuk 350 ribu unit rumah MBR.

“Skema rent-to-own juga diperluas agar pekerja informal bisa punya akses kepemilikan rumah,” ujarnya.

Perbankan syariah pacu griya dan ekosistem halal

Dari sektor keuangan, Bank Syariah Indonesia (BSI) menegaskan perannya sebagai katalis pembiayaan properti berbasis syariah.

Hingga September 2025, portofolio BSI Griya mencapai Rp59,5 triliun dengan pertumbuhan 8,51 persen YoY dan rasio NPF hanya 2,10 persen.

Baca Juga: Polres Subang cek jalur Pantura dan wisata, pastikan arus lalu lintas aman jelang Nataru 2025

BSI memperluas kolaborasi dengan pengembang nasional untuk menghadirkan solusi hunian terintegrasi serta memperkuat ekosistem syariah melalui sektor pendidikan, halal industry, hingga lembaga ZISWAF.

Properti jadi pilar ekonomi baru

Kepala Badan Advokasi dan Perlindungan Anggota REI, Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga, menekankan paradigma Propertinomic yang menempatkan properti sebagai pengungkit struktur ekonomi nasional.

Riset LPEM UI menunjukkan sektor ini menyumbang 16 persen terhadap PDB, setara Rp2.300–2.800 triliun, dan menciptakan 19 juta lapangan kerja di lebih dari 185 sektor turunan.

“Properti adalah katalis pertumbuhan dan instrumen pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Baca Juga: Susno Duadji buka suara soal penetapan tersangka Roy Suryo cs: Ijazah Jokowi harus asli dan sah

Industri mulai masuki era smart energy

Optimisme juga datang dari sektor industri. PT Midea Electronics Indonesia mengumumkan pembangunan pabrik energi pintar di Batam seluas 60.000 m² sebagai fasilitas produksi global pertama Midea di luar Tiongkok, berkapasitas 4 GWh.

Halaman:

Tags

Terkini