Pakar menyarankan memilih barang yang nilainya lebih stabil.
4. Tetap membiayai anak dewasa
Orang tua yang terus menanggung kebutuhan anaknya berisiko menggerus dana pensiun.
5. Frugal berlebihan
Terlalu berhemat dengan membeli barang murah namun cepat rusak justru meningkatkan pengeluaran jangka panjang.
Baca Juga: Resep praktis sayur sop: Bumbu tradisional atau instan, mana yang lebih pas?
6. Gaya hidup naik seiring gaji
Kenaikan pendapatan sering diikuti pembelian rumah atau mobil lebih mahal tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
7. Pengeluaran karena tekanan sosial
Dari gadget terbaru hingga liburan mewah, banyak orang menghabiskan uang demi gengsi dan status sosial.
Pakar menegaskan, kesalahan ini tampak sepele, namun jika diabaikan dapat menguras tabungan dan mengancam keamanan finansial masa depan, khususnya bagi kelas menengah.***