karir-bisnis

Perumda Tirta Rangga Subang terapkan manajemen risiko untuk perkuat tata kelola perusahaan

Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:37 WIB
Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim (tengah) saat membuka pelatihan manajemen risiko untuk para manajer dan asisten manajer cabang, Selasa, 12 Agustus 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) mulai menerapkan manajemen berbasis risiko sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Penerapan ini merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD dan Permendagri Nomor 118 Tahun 2018.

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, mengatakan penerapan manajemen risiko menjadi bagian dari proses perbaikan internal setelah sebelumnya dilakukan perubahan struktur organisasi yang mengakomodir jabatan penanggung jawab risiko.

Baca Juga: Fenomena 'joki Strava' merebak di Indonesia: Bayar pelari demi pencitraan digital

Peraturan Direksi (Perdir) tentang Manajemen Risiko juga telah ditetapkan sebagai acuan pelaksanaan.

“Semua level jabatan punya risiko. Ini yang harus dianalisis, dipetakan, ditangani, dan terus dievaluasi. Tahun depan, penyusunan RKAP 2026 akan berbasis risiko sehingga penganggaran menjadi efektif, tepat sasaran, dan minim risiko,” ujar Lukman saat membuka pelatihan manajemen risiko untuk para manajer dan asisten manajer cabang, Selasa, 12 Agustus 2025.

Lukman menegaskan, penerapan manajemen risiko merupakan bagian dari pembenahan yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya, seperti penguatan sistem pengawasan intern (SPI) dan tata kelola teknologi informasi.

Baca Juga: Beras murah habis terjual dalam 2 jam, Kapolsek Subang pastikan distribusi merata untuk warga kurang mampu

Ke depan, perusahaan juga akan menyusun code of conduct atau pedoman perilaku etika sebagai panduan kerja.

“Ini pekerjaan yang mungkin tidak terlihat langsung, tapi jika sistem internal dan tata kelola sudah kuat, dampaknya akan nyata terhadap pelayanan dan kinerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap manajer cabang dan divisi wajib melakukan analisis risiko di bidang masing-masing.

Hasilnya akan direview dan dipetakan untuk menentukan skala prioritas penyelesaian masalah, sehingga pembiayaan menjadi tepat sasaran dan pengambilan keputusan lebih objektif.

Baca Juga: Budi Gunawan: Kemenko Polkam pantau kasus kematian Prada Lucky Namo, soroti kehormatan prajurit TNI

Lukman juga mengapresiasi kekompakan tim yang membuat kinerja perusahaan pada 2024 meningkat.

Halaman:

Tags

Terkini