karir-bisnis

Mayjen Deddy Suryadi, mantan ajudan Presiden Jokowi resmi jabat Pangdam Jaya

Minggu, 1 Juni 2025 | 16:16 WIB
Mayjen TNI Deddy Suryadi (Facebook/Humas Polda Jawa Tengah)

GENMILENIAL.ID - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Mayjen TNI Deddy Suryadi sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Rafael Granada Baay.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 yang ditandatangani pada 27 Mei 2025.

Selain posisi Pangdam Jaya, rotasi ini mencakup 117 perwira tinggi dari tiga matra TNI.

Sebelum menjabat Pangdam Jaya, Mayjen Deddy memimpin Kodam IV/Diponegoro dan kini posisinya digantikan oleh Mayjen TNI Achiruddin.

Baca Juga: Kepala BGN klaim 60 persen anak Indonesia sulit akses gizi seimbang dan susu, soroti pentingnya program MBG

Sementara itu, Mayjen Rafael Granada Baay dipindahkan menjadi Sekretaris Utama di Badan Intelijen Negara (BIN).

Mayjen Deddy dikenal sebagai mantan ajudan Presiden Joko Widodo periode 2017–2019.

Ia merupakan alumnus Akademi Militer tahun 1996 dari kecabangan Infanteri dan telah meniti karier panjang di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Selama di Kopassus, Deddy pernah menjabat Komandan Batalyon 22 Grup 2/Sandi Yudha, Dandenma Kopassus, Dan Grup 2/Sandi Yudha, Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus, dan puncaknya sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus pada 2023 hingga awal 2024.

Baca Juga: Kepala BGN cerita anaknya tumbuh tinggi karena minum susu 2 liter sehari sejak kecil

Di luar satuan elite, Deddy juga memiliki rekam jejak di lingkungan komando teritorial, antara lain sebagai Kasrem 061/Surya Kencana Bogor, Danrem 074/Warastratama Solo, dan Kasdam IV/Diponegoro sebelum akhirnya memimpin Kodam tersebut sejak Februari 2024.

Lahir di Bandung, 14 September 1973, Mayjen Deddy tercatat sebagai lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2010.

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyatakan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari strategi pembinaan karier dan penyegaran organisasi di tubuh TNI.

“Mutasi ini bukan sekadar proses administratif, tapi strategi pembinaan karier dan kesiapan menghadapi dinamika yang terus berubah,” ujar Kristomei, Rabu, 28 Mei 2025.

Halaman:

Tags

Terkini