“Sekarang ini aneh ya, ada dulu seleksi administrasi baru wawancara, harusnya dibalik wawancara dulu baru administrasi, karena administrasi bukan hal yang urgent yang penting tau dulu, pihak perusahaan harus tau dulu isi kepala anak-anak ini apa?,” ungkapnya.
Setelah tau apa isi kepala anak-anak tersebiut, lanjut Kang Rey baru diminta soal administrasi seperti Ijaza, KTP, KK nya dan lain-lain.
“Jadi dibalik polanya dan nanti Dinas sendiri yang akan bertanggung jawab dan saya sendiri yang akan bertanggung jawab,” tegas Kang Rey.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sedang membuat aplikasi data yang dapat memonitor terkait kebutuhan dan kinerja pemerintah termasuk database soal tenaga kerja.
“Saya ingin membuat semuanya terintegrasi, seluruh perusahaan itu harus terintegrasi ketika melakukan rekrutmen itu harus satu pintu, sehingga kedepanya kitapun sudah bisa mempersiapkan,” jelasnya.
Terkait klasifikasi yang dibutuhkan perusahaan belum ada, Kang Rey pun menyebut bahwa Pemda Subang bersedia untuk membuat pelatihan bagi para calon tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.
“Konsep saya kedepanya, ketika ada pabrik mau investasi di Kabupaten Subang kita akan data dan langsung tanya, butuhnya apa saja, kebutuhan tenaga kerjanya berapa, sambil mereka membangun gedungnya kita membangun sumber daya manusianya,” kata Kang Rey.
“Sehingga ketika bangunanya sudah berdiri kokoh, masyarakat kitanya sudah siap untuk bekerja disitu, karena apa? kalau kita tidak melatih anak-anak kitanya ujung-ujungnya yang kerja orang luar lagi,” tambahnya.***