karir-bisnis

Purnawirawan TNI AD ini bicara terkait isu pengangguran di Subang, termasuk konsep ICBS, bagaimana Subang hadapi tantanganya ke depan?

Jumat, 24 Mei 2024 | 14:17 WIB
Tokoh Masyarakat Letnan Kolonel CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin

Baca Juga: Bakti untuk Kabupaten Subang, RS Hamori mengelar operasi katarak gratis bagi belasan pasien katarak

Sempitnya lahan pekerjaan di Kabupaten Subang, hampir membuat sebagian besar masyarakatnya lebih memilih menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri dan menjadi para pahlawan devisa negara.

Kepada GenMilenial.id, Kang Lukmantias memaparkan terkait langkah-langkah apa yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi problem-problem tersebut.

“Kalau dari strategi, yang pertama tadi ketika kita bicara industrialisasi maka penyerapanya adalah konten lokal dari mulai ring satu yang terdekat, ring dua dan ring tiga,” kata Kang Lukmantias.

“Harus ada komunikasi yang intens antara pemerintah kabupaten atau daerah dengan unsur-unsur pimpinan, unsur-unsur yang dikatakan stakeholder di lokasi tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Subang ramah investasi, Pemkab Subang lakukan sosialisasi dua perda baru bagi para investor, perusahaan dan BUMD

Dengan melakukan komunikasi yang intens diantara para stakeholder, lanjut Kang Lukmantias mapping kebutuhan dan pemenuhan daripada kebutuhan operasi perusahaan bisa link and match (menghubungkan dan mencocokan).

“Itu artinya kita juga mempersiapkan kebutuhan sumber daya ini dengan kebutuhan perusahaan, karena akan ada waktu,” terangnya.

Terkait investasi, ketika summary project disampaikan, pemerintah daerah jauh-jauh hari harus sudah tau kapasitas investasinya berapa, luasnya berapa, jumlah karyawanya berapa.

“Harus udah punya gambaran, termasuk skill yang dibutuhkan dan itu harus kita siapkan, cara menyiapkanya bagaimana? banyak, apakah itu memanfaatkan BLK, apakah pra kerja dengan design yang disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga: PT Dahana beri bantuan fasilitas pendidikan pada SDN Darmaga V, sebagai sekolah di Subang yang mewakili Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar

Selain dari sisi industrialisasi, Kang Lukmantias yang saat ini masih bekerja di salah satu BUMN di Jakarta ini, penting bagi Kabupaten Subang agar tetap menjadi lumbung padi nasional.

Untuk bisa memaksimalkan penyerapan tenaga kerja, hal tersebut bisa dilakukan dengan memaksimalkan ketahanan pangan terpadu atau hilirisasi pangan.

“Kita akan berbicara tentang proses produksi dari mulai hulu sampai ke hilir, roda perputaran bisnis dalam hilirisasi pangan ini sekarang tidak terintegrasi, tidak terpadu,” ucapnya.

Kang Lukmantias pun menyebut ada unsur-unsur di Kabupaten Subang yang menjadi aktor tetapi lebih berorientasi kepada keuntungan pribadi sebesar-besarnya.

Halaman:

Tags

Terkini