Proyek Pani siap produksi 2026, EMAS diproyeksi jadi tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 27 September 2025 | 13:54 WIB
Proyek Emas Pani yang di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo diproyeksikan bakal menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik (Dok. Istimewa)
Proyek Emas Pani yang di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo diproyeksikan bakal menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), emiten baru di pasar modal yang berada di bawah naungan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), kian mencuri perhatian investor.

Pasalnya, Proyek Emas Pani yang dikelola perseroan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo diproyeksikan bakal menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik.

Proyek yang memiliki cadangan hingga 7 juta ons emas ini sudah mencatat progres konstruksi sebesar 67 persen per akhir Juni 2025.

Baca Juga: Janji 19 juta lapangan kerja masih jadi PR, 10 juta orang tiap tahun berebut pekerjaan di Indonesia

Manajemen memastikan seluruh rekayasa detail dan proses pengadaan rampung, dengan kontraktor mulai memasang infrastruktur pengolahan dan kelistrikan.

Jika tak ada hambatan, produksi komersial perdana akan dimulai pada kuartal I/2026, dengan target produksi puncak 500.000 ons per tahun.

Prospek positif dan valuasi EMAS

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia, menyebut valuasi EMAS kini bertumpu pada prospek masa depan Proyek Pani.

“Dengan cadangan hampir mencapai 7 juta ons, Pani berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik,” ujarnya, Jumat, 26 September 2025.

Baca Juga: Strategi rahasia Patrick Kluivert jadi sorotan, Timnas Indonesia hadapi tekanan berat lawan Arab Saudi dan Irak di Round 4

Ia menambahkan, proyek ini dirancang berbiaya rendah dengan target kapasitas 145 ribu oz per tahun.

Biaya produksi (cash cost) diproyeksikan hanya US$800/oz dengan AISC (all-in sustaining cost) sekitar US$990/oz.

“Dengan asumsi kapasitas 90%, produksi Pani bisa tembus 130 ribu oz per tahun, yang akan mendongkrak total produksi MDKA menjadi 235 ribu oz pada 2026,” jelasnya.

Kontribusi ke MDKA

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X