Diterpa isu pailit induknya, pabrik mobil listrik China neta andalkan stok suku cadang di RI

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:13 WIB
Produsen mobil listrik asal China di Indonesia, Neta (Dok. Neta Indonesia)
Produsen mobil listrik asal China di Indonesia, Neta (Dok. Neta Indonesia)

GENMILENIAL.ID – Pasar mobil listrik Indonesia makin ramai dengan kehadiran berbagai merek baru.

Namun, salah satu pemain asal China, Neta, tengah diterpa isu kebangkrutan yang menimpa induknya di negeri asal.

Untuk meredam kekhawatiran pasar, PT Neta Auto Indonesia menyiapkan strategi dengan menggandeng perusahaan logistik global Maersk.

Kerja sama ini difokuskan pada ketersediaan suku cadang di gudang lokal Indonesia.

Baca Juga: Bukan sekadar kosmetik, begini pentingnya pelembap wajah untuk kesehatan kulit

Menurut After Sales Director PT Neta Auto Indonesia, Raditio Hutomo, sistem manajemen suku cadang sudah disiapkan mencakup komponen cepat laku hingga yang jarang digunakan, mulai dari baterai, bemper, panel bodi, lampu, motor penggerak, hingga modul kelistrikan.

“Kerja sama strategis antara Neta dan Maersk merupakan wujud komitmen kami memberikan jaminan ketersediaan suku cadang dan pengiriman tepat waktu sesuai kebutuhan pelanggan di Indonesia,” ujar Raditio dalam keterangan resmi, Minggu, 10 Agustus 2025.

Di industri otomotif, rantai pasok suku cadang menjadi ujung tombak kepuasan konsumen. Tanpa dukungan purna jual yang solid, reputasi merek bisa runtuh dengan cepat.

Baca Juga: Investasi emas online, cara kekinian menabung aset tanpa ribet

Raditio menambahkan, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Lewat kolaborasi ini, kami ingin memperkuat ekosistem agar semakin matang,” katanya.

Meski begitu, isu finansial induk Neta di China tetap menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.

Bagi konsumen, stabilitas perusahaan menjadi faktor penting sebelum membeli produk yang membutuhkan dukungan jangka panjang seperti mobil listrik.

Baca Juga: Kerugian akibat wabah PMK capai Rp9 triliun, pemerintah perketat vaksinasi ternak di 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X