GENMILENIAL.ID – CEO Indodax sekaligus pengusaha kripto, Oscar Darmawan, membagikan strategi sederhana untuk meraup keuntungan di dunia investasi Bitcoin.
Menurutnya, aset digital ini masih menjadi pilihan unggulan untuk perlindungan jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Saya lebih prefer strategi untuk membeli Bitcoin,” ungkap Oscar dalam siniar YouTube Success Before 30 yang tayang 4 Agustus 2025.
Baca Juga: Pekerja sawit di Subang diduga tewas tersetrum jaringan listrik tegangan tinggi
Bukan tanpa alasan, Oscar menilai Bitcoin memiliki sistem keamanan yang kuat.
“Bukan secara fitur paling bagus, bahkan secara fitur Bitcoin terbilang jelek. Tapi kalau dari sisi security, pengamanan jangka panjang, Bitcoin bagus,” jelasnya.
Meski begitu, Oscar menyoroti tantangan besar yang mengintai keamanan kripto di masa depan, yakni perkembangan quantum computing.
Baca Juga: Bupati Subang tegur Dinas PUPR, minta aduan infrastruktur jangan lambat ditindaklanjuti
Menurutnya, dalam 10 tahun ke depan, teknologi komputer kuantum berpotensi memecahkan sistem enkripsi yang ada saat ini.
“Komputer yang super cepat itu bisa membongkar semua enkripsi. Karena itu, pelaku IT sekarang mulai mengembangkan algoritma quantum proof,” tuturnya.
Oscar menegaskan, evaluasi terhadap algoritma keamanan terus dilakukan agar ekosistem kripto, termasuk Bitcoin, tetap aman di era teknologi kuantum.***
Artikel Terkait
Polri ungkap laboratorium narkoba rahasia di Bali dan sita kripto senilai Rp4 miliar
Geger kasus peretasan aset kripto Indodax, Inilah cara mengetahui jenis crypto attack dan upaya pencegahannya
5 Fakta terkini geng Rusia diduga culik turis WNA di Bali, salah satunya sempat paksa korban transfer kripto Rp3,4 miliar!
Telisik geliat RI bangun bank emas, begini kata Menteri BUMN Erick Thohir hingga pegadaian jadi 'bullion' pertama di tanah air
Update harga emas 11 Mei 2025: Antam dan Galeri24 naik, UBS tetap
IFG dukung Job Fair 2025 gagasan Kemnaker, dorong talenta muda untuk Indonesia Emas 2045
Emas vs Bitcoin: Adu aset safe haven di era digital, mana yang lebih unggul?