Galuh Pakuan buka pintu diplomasi budaya, Tiongkok siap investasi energi terbarukan di Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 4 Mei 2025 | 17:47 WIB
Raja LAK Galuh Pakuan, Evi Silviadi SB serahkan wayang Yudhistira kepada Prof. C.C. Chan sebagai lambang diplomasi budaya dan kolaborasi antarbangsa pada Sabtu, 3 Mei 2025 (Dok. Istimewa)
Raja LAK Galuh Pakuan, Evi Silviadi SB serahkan wayang Yudhistira kepada Prof. C.C. Chan sebagai lambang diplomasi budaya dan kolaborasi antarbangsa pada Sabtu, 3 Mei 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan sukses menginisiasi Konferensi Bilateral Energi Terbarukan: Pengenalan dan Percepatan Investasi di Kabupaten Subang, yang digelar di Aula Pemda Subang, Sabtu, 3 Mei 2025.

Melalui forum ini, Galuh Pakuan menghadirkan maestro kendaraan listrik dunia Prof. C.C. Chan dan 50 investor asal Tiongkok untuk membuka jalur investasi di bidang energi hijau dan kendaraan listrik (EV).

Raja Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB, menyebut konferensi ini sebagai bentuk diplomasi budaya yang berorientasi pada peningkatan taraf hidup masyarakat Sunda.

Baca Juga: Absen lawan China, Kiper Indonesia Maarten Paes sesali akumulasi kartu kuning gegara ulur waktu

“Melalui budaya, kami menjalin kerja sama internasional demi mendorong pembangunan SDM dan percepatan industrialisasi di Subang,” ujarnya.

Dalam momen simbolis, Galuh Pakuan menyerahkan wayang Yudhistira kepada Prof. C.C. Chan sebagai lambang diplomasi budaya dan kolaborasi antarbangsa.

Prof. Chan menyambut baik hal ini dan menyatakan dukungan terhadap upaya Indonesia untuk lepas dari ketergantungan energi fosil.

“Kendaraan listrik adalah masa depan. Indonesia punya potensi besar, terutama dalam cadangan nikel. Negara ini bisa jadi pemain utama jika riset dan SDM-nya didukung,” tegas Prof. Chan.

Baca Juga: Jangan asal tanya: Mengapa kita harus menghormati privasi orang lain

Konferensi ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. M. Solehuddin, menyebut acara tersebut sebagai langkah konkret sinergi antara budaya, ilmu pengetahuan, dan pendanaan.

“Kita butuh aksi nyata, tidak cukup hanya dengan riset. Kehadiran investor ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad, turut mengapresiasi inisiatif Galuh Pakuan dan menekankan pentingnya menyiapkan SDM lokal agar mampu bersaing dalam industri energi terbarukan.

“Kami mendukung dan mendoakan agar investasi ini terealisasi sepenuhnya dan membawa manfaat ekonomi serta sosial,” katanya.

Baca Juga: Tinjau jalan rusak di Cipunagara, Kang Rey janji perbaikan mulai Juni

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X