Evaluasi menyeluruh, Perumda Tirta Rangga Subang genjot perbaikan layanan air bersih di wilayah kota

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 17 April 2025 | 23:08 WIB
Perumda TRS lakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang selama ini menjadi sumber pasokan utama masyarakat (Dok. Istimewa)
Perumda TRS lakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang selama ini menjadi sumber pasokan utama masyarakat (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Menyikapi gangguan layanan air bersih yang kerap terjadi di wilayah Subang Kota, Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang selama ini menjadi sumber pasokan utama masyarakat.

Gangguan yang dialami pelanggan meliputi kekeruhan air, penurunan tekanan, hingga layanan yang belum berlangsung 24 jam.

Direktur Teknik Perumda TRS, Nana Ruhana, menyebut kondisi ini dipicu oleh penurunan daya dukung lingkungan di sumber mata air Cibulakan serta teknologi pengolahan yang belum optimal.

Baca Juga: Pengacara Ridwan Kamil respon klaim Lisa Mariana punya anak dengan kliennya saat konferensi pers: Jangan omon-omon, penggiringan opini

“Daya dukung lingkungan menurun sehingga menyebabkan air baku menjadi keruh. Teknologi pengolahan yang ada saat ini tidak mampu mengatasi persoalan tersebut secara maksimal,” kata Nana dalam keterangannya, Kamis, 17 April 2025.

Ia menjelaskan, kondisi kualitas air yang buruk juga berdampak pada kuantitas dan kontinuitas layanan.

Untuk mengatasi hal itu, Perumda TRS sedang mengupayakan alih teknologi pengolahan air dan rekayasa jaringan distribusi agar tekanan dan aliran air lebih merata ke pelanggan.

Namun, langkah teknis ini diakui memiliki tantangan tersendiri.

Baca Juga: Kuasa hukum Ridwan Kamil mengaku telah menerima surat somasi dari Lisa Mariana: Kami hormati sebagai bagian proses hukum

“Rekayasa distribusi berisiko meningkatkan kekeruhan air di pipa akibat perubahan turbulensi. Proses normalisasi membutuhkan waktu hingga satu bulan,” jelasnya.

Evaluasi yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek teknis, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan kepada masyarakat.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga. Kami terus bekerja maksimal agar layanan kembali optimal,” imbuhnya.

Adapun sejumlah langkah percepatan yang telah dilakukan antara lain: pemilihan teknologi pengolahan air yang sesuai kondisi sumber air baku, penyesuaian jalur distribusi untuk pemerataan aliran, perbaikan teknis di titik bermasalah, hingga pembersihan saluran (wash out) secara berkala.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X