"Provinsi Jawa Barat tidak boleh terus-terusan dalam setiap tahun membuang uang, membuang uang, membuang uang seolah-olah uang itu tiap tahun ada dan tugasnya menyerap," sebut Dedi.
"Menyerap bukan hanya angka yang diserap, bukan itu output, outcome, benefit (manfaat) yang harus dirasakan oleh publik. Enggak boleh begitu lagi," lanjutnya.
Eks Bupati Purwakarta itu juga mengungkap target pemerintahannya yang akan berinvestasi fiskal seiring dengan penyelesaian pembangunan infrastruktur di Jabar.
"Karena itu di 2026, 2027, 2028 2029 kalau infrastruktur sudah selesai, kalau kewajiban-kewajiban pemerintah provinsi sudah selesai, uangnya memiliki kecukupan, maka kita harus mulai berinvestasi fiskal," terang Dedi.
"Investasinya tidak boleh lagi dalam MD BUMD yang kemudian BUMD itu menahan devidennya dan dikatakan rugi terus dalam setiap tahun," tandasnya.***
Artikel Terkait
Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin apresiasi para kepala daerah di Jawa Barat atas pelaksanaan pemilu 2024 yang berjalan aman, lancar dan damai
250 Atlet ikuti Kejuaraan Muaythai di Kabupaten Subang, Kadis Disparpora harap bisa lahirkan atlet-atlit berbakat yang harumkan Provinsi Jawa Barat
5 Provinsi yang beri pemutihan pajak kendaraan, salah satunya Jawa Barat
Menuju dua besar Project Investment Challenge 2024, Bank Indonesia dan DPMPTSP Jawa Barat kunjungi Perumda TRS dan lokasi Project SPAM Patimban
Makin hot! Kang Reynaldy dan Hj. Elita Budiarti dipanggil Dedi Mulyadi, sinyal kuat dukungan untuk paslon Religius di Pilkada Subang?
HIPMI Kota Cimahi menjadi barometer keberhasilan pengusaha muda di Jawa Barat
Diduga penyebab air keruh, Perumda TRS dukung penuh Kang Dedi Mulyadi tertibkan penambangan ilegal di Subang