Diduga penyebab air keruh, Perumda TRS dukung penuh Kang Dedi Mulyadi tertibkan penambangan ilegal di Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 19:22 WIB
Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim (kiri) saat melakukan peninjauan pipa untuk distribusi air bersih
Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim (kiri) saat melakukan peninjauan pipa untuk distribusi air bersih

 

GENMILENIAL.ID - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Rangga Subang (Perumda TRS) mendukung upaya Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi menertibkan galian tambang ilegal di wilayah Jalancagak dan sekitarnya.

Langkah tersebut dinilai positif akan menyelamatkan mata air Cibulakan yang berada di Desa Cijambe.

Saat ini mata air di Cibulakan sering mengalami kekeruhan saat musim hujan. Diduga akibat aktivitas tambang di bagian atas mata air. Di wilayah Tambakan hingga Kasomalang.

Baca Juga: Maraknya penambangan ilegal di Kabupaten Subang, siapa yang bertanggung jawab? 

"Kami Perumda Tirta Rangga Subang sangat mendukung upaya Gubernur Jabar terpilih Kang Dedi Mulyadi menertibkan pertambangan atau galian C di wilayah Tambakan, Jalancagak dan sekitarnya," kata Dirut Perumda TRS, Lukman Nurhakim kepada media, Jumat 18 Januari 2025

"Apa yang dilakukan Kang Dedi sama dengan menyelamatkan mata air," tambahnya.

Lukman mengungkapkan, mata air Cibulakan di Cijambe dalam beberapa tahun terakhir saat hujan airnya keruh.

Diduga karena wilayah resapan yang berada di Tambakan hingga Kasomalang sudah rusak akibat aktivitas tambang.

Baca Juga: Saif Ali Khan harus jalani operasi karena ditikam perampok di rumahnya, polisi ungkap fakta ini

Sedangkan pada saat musim kemarau debit air menurun. Sekitar lima tahun lalu, kata Lukman, debit mata air Cibulakan masih 1.500 liter per detik (lpd).

Sedangkan saat ini sudah menurun menjadi 1.300 lpd. Mata air ini dikelola Perumda TRS untuk melayani lebih dari 10 ribu pelanggan wilayah Kota Subang. Juga dimanfaatkan untuk air bersih dan pertanian oleh masyarakat di wilayah Cijambe.

"Kami sudah lakukan berbagai upaya. Di antaranya membebaskan lahan tutupan mata air bagian atas, melakukan penanaman pohon keras, bersama masyarakat melakukan pengolahan sampah," ucap Lukman.

Dirut Perumda TRS ini juga mengatakan bahwa pihaknya pernah bertemu dengan para pengusaha tambang bahwa dibawah lokasi penambangan adamata air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X