Warga kampus ITB mengenalnya kini sebagai ilmuwan yang telah menerbitkan total 99 publikasi ilmiah.
Selain itu, Satryo pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atau Dirjen Dikti pada 1999-2007.
Satryo juga pernah didapuk sebagai Anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia periode 2018-2023.
3. Pernah dapat gelar bintang tanda jasa dari Kedubes Jepang
Berkat prestasi dan jasa di dunia pendidikan, Satryo pernah mendapat sejumlah penghargaan.
Salah satunya, Medali Ganesha Bakti Cendekia Utama dari ITB yang diperoleh Satryo pada Maret 2010 silam.
Selain itu, Satryo juga pernah menerima penghargaan Bintang Tanda Jasa 'The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon' dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia pada November 2016 lalu.***
Artikel Terkait
Pendiri Lippo Group ini bangga dengan didikan ayahnya, begini cerita Mochtar Riady saat membangun bisnis dari nol
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Mengenal Ronald Wijaya, sosok di balik kesuksesan mie instan lemonilo yang ungkap lika-liku perjalanan bisnisnya
Prabowo akan hapus utang sekitar 1 juta pelaku UMKM, total Rp14 triliun
Media asing masukan Prabowo ke dalam 10 pemimpin dunia yang bakal berpengaruh di tahun 2025
3 Kisah unik Rano Karno, Wagub DKI Jakarta yang melekat di hati warga sebagai ‘Si Doel’ dengan kehidupan bersahaja semasa kecil
Raffi Ahmad dinilai tidak jujur soal pengakuan tidak mengendarai mobil RI 36, Mahfud MD singgung menyalahi aturan