Pengamat puji pernyataan Prabowo di APEC: Konsisten suarakan perdagangan yang adil

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Senin, 18 November 2024 | 18:22 WIB
Prabowo di forum APEC CEO Summit 2024 yang diselenggarakan di Gran Teatro Nacional, Peru, Kamis 14 November 2024
Prabowo di forum APEC CEO Summit 2024 yang diselenggarakan di Gran Teatro Nacional, Peru, Kamis 14 November 2024

GENMILENIAL.ID - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengapresiasi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto di Leaders Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2024 di Lima, Peru pada beberapa waktu lalu.

Dalam forum itu Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdagangan antarnegara yang terbuka, teratur, dan adil.

Merespons hal ini, Achmad menilai Indonesia berpotensi menjadi pelopor perdagangan dunia yang lebih adil. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kebijakan nasional yang sejalan dengan komitmen global.

Baca Juga: Prabowo ingin belajar kesuksesan Brazil garap makan bergizi gratis dan energi terbarukan

"Dengan memperkuat kebijakan nasional, memainkan peran aktif dalam diplomasi global, dan menjaga konsistensi dalam forum internasional, Indonesia dapat memimpin perubahan menuju dunia yang lebih adil," ujar Achmad kepada wartawan, Senin 18 November 2024.

Menurut dia upaya ini dapat mencakup penguatan sektor domestik seperti UMKM dan industri dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi penonton di pasar internasional.

Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan daya saing melalui teknologi, efisiensi logistik, dan akses pembiayaan bagi usaha lokal.

Dengan diperkuatnya kemampuan domestik, maka akan berdampak pada semakin kuatnya posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Baca Juga: Hadiri Indonesia-Brazil Business Forum 2024, Prabowo: Kami ingin ciptakan lingkungan bisnis yang positif

Di sisi lain, tantangan geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina dan tragedi Gaza menunjukkan bahwa sistem dunia saat ini rentan terhadap ketidakstabilan.

Indonesia, dengan prinsip 'bebas aktif,' memiliki legitimasi untuk memainkan peran mediator dalam menyelesaikan konflik global secara damai.

Dengan demikian, keberhasilan Indonesia dalam menyuarakan perdagangan yang adil di APEC harus diikuti dengan konsistensi dalam forum internasional lainnya, seperti G20, ASEAN, dan PBB.

"Dengan menjaga konsistensi ini, Indonesia dapat memastikan bahwa agenda keadilan perdagangan tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Baca Juga: 3 Fakta pernikahan Rizky Febian dan Mahalini yang tak didaftarkan ke KUA, soal buku nikah palsu hingga ditanya hakim soal proses akad

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X