Kala itu, Jensen didaftarkan oleh orang tuanya ke sekolah dasar yang menurut mereka bergengsi di AS, Oneida Baptist Institute.
Namun tampaknya keputusan itu salah, karena Jensen bertemu dengan anak-anak bandel yang memberikan tindakan perundungan kepadanya.
Jensen memutuskan untuk bertahan di sekolah itu meski pernah diancam dengan pisau dan mendapatkan perundungan untuk membersihkan toilet sekolah.
Perundungan yang dialaminya itu diakui Jensen sebagai hal yang berkesan, karena dirinya berani mengungkap keresahannya saat pidato kelulusan sekolah.
"Aku telah membersihkan banyak toilet berkat kalian semua," ujar Jensen mengenang saat dia berpidato di hadapan guru dan teman-teman sekolahnya.
Saat berusia 15 tahun jadi tukang cuci piring
Jensen mengaku pekerjaan pertamanya adalah sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran cepat saji bernama Denny's.
Saat itu, Jensen berusia 15 tahun dan mendapatkan banyak pengalaman berharga soal perilaku rendah hati dan kerja keras.
"Ini adalah pilihan karier yang bagus, aku sangat merekomendasikan untuk setiap orang bisa mulai kerja pertamanya di bisnis restoran," ujar Jensen dalam kesempatan yang sama.
"Mengajarkan aku tentang rendah hati dan kerja keras, aku mungkin adalah pencuci piring terbaik Denny's," tegasnya.
Mulai bekerja di perusahaan chip komputer dan membangun NVIDIA
Jensen belajar di jurusan Teknik Elektro di Oregon State University, AS. Dia bertemu dengan Lori Mills, seorang mahasiswi satu-satunya di kampus itu yang kini menjadi pasangan hidupnya.
Artikel Terkait
Zhang Yiming, pendiri TikTok yang dulu hanya karyawan biasa kini menduduki daftar orang terkaya di dunia
Dukung program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, Kapolres Subang berikan bantuan personel Polri yang memiliki usaha ketahanan pangan
Dirintis sejak 1900-an? inilah sosok di balik merek cokelat ‘Snickers’ yang kini duduki peringkat top 30 orang terkaya di dunia
Wajib intip! inilah 5 potensi bisnis dari usaha tani usai Mentan ungkap keuntungan Rp10 juta per bulan bagi petani milenial
Open rekrutmen pegawai, Perumda TRS lakukan kerjasama dengan Fakultas Psikologi Unisba
CEO Promedia, Agus Sulistiyono, desak kebijakan ekonomi pro rakyat: Stop impor beras, sapi, dan daging beku yang memukul petani dan peternak
Pemerintah minta perusahaan platform digital realisasi kesepakatan kerja dengan media