GENMILENIAL.ID - Sebagian orang mengenal NVIDIA sebagai perusahaan chip komputer di Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu produsen unit Graphics Processing Unit (GPU) atau pemrosesan grafis di dunia.
Perusahaan NVIDIA kian meraih kesuksesan usai membuat chip AI atau kecerdasan buatan yang banyak digunakan oleh pengguna komputer.
Siapa sangka, sosok di balik kesuksesan NVIDIA itu bukan berasal dari kalangan orang kaya, bahkan pernah bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran cepat saji.
Mari mengintip kisah inspiratif pendiri NVIDIA mulai dari perjalanan karier hingga kesuksesan bisnisnya.
Lahir di Taiwan namun mengadu nasib di AS
Jensen Huang adalah sosok di balik kesuksesan NVIDIA, ternyata dahulu bukanlah berasal dari keluarga kaya raya.
Pendiri NVIDIA itu lahir di Taiwan pada tahun 1963. Kemudian Jensen pergi ke Tacoma, AS saat berusia 9 tahun.
Dikutip dari NY Post, Jensen bercerita sempat ditinggal orang tuanya dan dititipkan kepada sang paman yang bermukim di AS.
Jensen menuturkan, beberapa tahun kemudian orang tuanya menyusul dari Taiwan menuju ke AS.
Baca Juga: Prabowo serius berantas penyelundupan, 283 upaya dalam seminggu digalakkan
"Ayahku memiliki keinginan besar untuk membesarkan kami di negara yang luar biasa ini (AS)," ujar Jensen pada 29 Februari 2024.
Pernah dapat perundungan di sekolah
Dalam kesempatan yang sama, Jensen mengaku pernah mendapatkan perundungan saat bersekolah di AS.
Artikel Terkait
Zhang Yiming, pendiri TikTok yang dulu hanya karyawan biasa kini menduduki daftar orang terkaya di dunia
Dukung program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, Kapolres Subang berikan bantuan personel Polri yang memiliki usaha ketahanan pangan
Dirintis sejak 1900-an? inilah sosok di balik merek cokelat ‘Snickers’ yang kini duduki peringkat top 30 orang terkaya di dunia
Wajib intip! inilah 5 potensi bisnis dari usaha tani usai Mentan ungkap keuntungan Rp10 juta per bulan bagi petani milenial
Open rekrutmen pegawai, Perumda TRS lakukan kerjasama dengan Fakultas Psikologi Unisba
CEO Promedia, Agus Sulistiyono, desak kebijakan ekonomi pro rakyat: Stop impor beras, sapi, dan daging beku yang memukul petani dan peternak
Pemerintah minta perusahaan platform digital realisasi kesepakatan kerja dengan media