Perjalanan hidup Jensen Huang, seorang tukang cuci piring di restoran yang kini duduki peringkat ke-9 orang terkaya dunia

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 15 November 2024 | 23:12 WIB
Potret Pendiri NVIDIA Jensen Huang (Instagram.com/@nvidia)
Potret Pendiri NVIDIA Jensen Huang (Instagram.com/@nvidia)

GENMILENIAL.ID - Sebagian orang mengenal NVIDIA sebagai perusahaan chip komputer di Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu produsen unit Graphics Processing Unit (GPU) atau pemrosesan grafis di dunia.

Perusahaan NVIDIA kian meraih kesuksesan usai membuat chip AI atau kecerdasan buatan yang banyak digunakan oleh pengguna komputer.

Siapa sangka, sosok di balik kesuksesan NVIDIA itu bukan berasal dari kalangan orang kaya, bahkan pernah bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran cepat saji.

Mari mengintip kisah inspiratif pendiri NVIDIA mulai dari perjalanan karier hingga kesuksesan bisnisnya.

Baca Juga: Siap manjakan pengunjung, Flora Wisata D’Castello launching wahana baru kolam rendam dewasa dan anak-anak, gratis 3 hari buruan datang!

Lahir di Taiwan namun mengadu nasib di AS

Jensen Huang adalah sosok di balik kesuksesan NVIDIA, ternyata dahulu bukanlah berasal dari keluarga kaya raya.

Pendiri NVIDIA itu lahir di Taiwan pada tahun 1963. Kemudian Jensen pergi ke Tacoma, AS saat berusia 9 tahun. 

Dikutip dari NY Post, Jensen bercerita sempat ditinggal orang tuanya dan dititipkan kepada sang paman yang bermukim di AS.

Jensen menuturkan, beberapa tahun kemudian orang tuanya menyusul dari Taiwan menuju ke AS.

Baca Juga: Prabowo serius berantas penyelundupan, 283 upaya dalam seminggu digalakkan

"Ayahku memiliki keinginan besar untuk membesarkan kami di negara yang luar biasa ini (AS)," ujar Jensen pada 29 Februari 2024.

Pernah dapat perundungan di sekolah 

Dalam kesempatan yang sama, Jensen mengaku pernah mendapatkan perundungan saat bersekolah di AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Forbes, NY Post, Relatable Hustle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X