Tertarik dengan marhaenisme, mantan Ketua DPRD Subang, H. Narca Sukanda memulai karir politik dari sekretaris ranting partai di Desa Citrajaya

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 03:30 WIB
Mantan Ketua DPRD Subang periode 2019-2024, H. Narca Sukanda
Mantan Ketua DPRD Subang periode 2019-2024, H. Narca Sukanda

GENMILENIAL.ID - Tokoh masyarakat, H. Narca Sukanda menyebut bahwa usai dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD Subang saat ini ia lebih memilih balik ke asal menjadi seorang petani.

Selain bertani, H. Narca juga mempunyai usaha penggilingan beras, membeli gabah dari para petani di daerahnya, ia proses menjadi beras dan kemudian dijualnya ke pasar-pasar.

“Sehari-hari bertani, sejak berhenti dan berakhir di masa jabatan menjadi anggota dan Ketua DPRD Kabupaten Subang,” kata H. Narca Sukanda.

Ia juga menyebut bahwa saat ini dirinya lebih memilih untuk istirahat terlebih dahulu dari dunia politik sampai partainya kembali memberikan mandat atau kepercayaan pada dirinya untuk berkiprah kembali.

Baca Juga: Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah gelar Media Gathering dengan para jurnalis Subang, perkenalkan Kampus 4 yang akan diresmikan pada bulan November

“Saya juga ingin istirahat dulu di dunia politik, mungkin nanti setelah pilkada atau tahun depan ada perombakan struktural lagi di partai apabila saya juga dipercayai lagi oleh partai baru saya action lagi di politik,” ungkapnya.

Itupun, lanjut H. Narca kalau ia dipanggil untuk kembali berkiprah dalam politik, kalau pun tidak maka dirinya akan kembali menjadi sebagai seorang petani.

“Kalau ada panggilan di politik, kalau tidak saya come back to basic sebagai petani dan sebagai pengelola penggilingan padi,” ucapnya.

Meskipun memilih istirahat terlebih dahulu di dunia politik, H. Narca juga menyebut bahwa dirinya tidak akan meninggalkan PDI Perjuangan.

Baca Juga: Menyoal perlindungan hak asasi manusia di tanah air, soal tragedi 98 hingga Menteri HAM yang minta tambahan dana

“Jiwa saya, jiwa nasionalis yang melekat dengan PDI Perjuangan, saya dari awalnya kan petani yang tertarik dengan marhaenisme,” ucap H. Narca.

Ia juga menjelaskan bahwa marhaenisme bekerja berdikari untuk diri sendiri, tidak tergantung pada orang lain (mandiri) hal itu menandakan jiwa nasionalis.

Lelaki yang dikenal sebagai tokoh tani di Desa Citrajaya, Kecamatan Binong, Subang ini juga menuturkan bahwa pertama kali dirinya masuk partai politik di PDI Perjuangan.

“Saya begitu masuk ke partai, langsung ke PDI Perjuangan, masuk partai di 1998 itu ada reformasi, saya masuk ke dunia politik ke PDI Perjuangan,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X