Dengan strategi beli dan tahan, investor pasif menghindari keputusan perdagangan yang didorong oleh emosi seperti ketakutan atau keserakahan, yang sering kali merugikan.
Potensi hasil yang stabil
Sejarah menunjukkan bahwa pasar saham cenderung naik seiring waktu, sehingga investor pasif dapat memanfaatkan pertumbuhan ini tanpa harus memprediksi pergerakan pasar jangka pendek.
2. Langkah-langkah memulai investasi pasif
Pendidikan diri
Sebelum memulai, penting untuk memahami dasar-dasar investasi pasif dan konsep-konsep seperti indeks pasar, reksa dana indeks, dan ETF.
Tentukan tujuan keuangan
Tentukan apa yang ingin Anda capai dengan investasi Anda, apakah itu untuk pensiun, pendidikan anak, atau tujuan keuangan lainnya.
Baca Juga: Sinopsis film Furiosa, kebangkitan ratu prajurit di dunia pasca apokaliptik
Pilih instrumen investasi
Pilih reksa dana indeks atau ETF yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko Anda. Misalnya, jika Anda ingin berinvestasi di pasar saham Indonesia, Anda bisa memilih reksa dana indeks yang mengikuti IHSG.
Buka akun investasi
Buka akun investasi di perusahaan sekuritas atau platform investasi online yang menawarkan reksa dana indeks dan ETF.
Mulai berinvestasi
Mulailah berinvestasi secara rutin dan konsisten. Anda bisa menggunakan metode dollar-cost averaging, di mana Anda berinvestasi sejumlah uang yang sama pada interval waktu yang tetap, misalnya setiap bulan.
Artikel Terkait
Sahkan 2 Raperda, Kang Jimat harap bisa jadi daya dukung BUMD dan investasi di Kabupaten Subang
5 Hal yang harus diperhatikan dalam Investasi di pasar modal
Diduga lakukan korupsi pengelolaan dana investasi, KPK periksa petinggi PT Taspen
Bagi kepala daerah, ini 7 tips menjaga iklim investasi agar tetap kondusif
Subang ramah investasi, Pemkab Subang lakukan sosialisasi dua perda baru bagi para investor, perusahaan dan BUMD
10 langkah praktis mengatur keuangan untuk Investasi
Mengapa investasi pendidikan di era digital itu penting? simak ulasanya