Karena itu, ia berharap semakin banyak lulusan terbaik yang berasal dari berbagai negara maupun institusi pendidikan.
Menurut Boy, talenta-talenta tersebut dapat berasal dari Amerika Serikat (AS), Eropa, China, maupun perguruan tinggi di Indonesia.
Peluang tersebut dinilai penting karena Indonesia membutuhkan generasi muda dengan kemampuan yang dapat dikembangkan untuk memberikan kontribusi lebih besar.
Dengan memperluas kerja sama Indonesia-China dari perdagangan ke pendidikan, Boy berharap hubungan kedua negara dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan SDM.
“Indonesia masih membutuhkan kalian dan kalian bisa mengkontribusikan yang lebih besar daripada generasi kita,” tandas Boy Thohir.
Kerja sama melalui program beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Kadin Komite Tiongkok dalam membuka kesempatan pendidikan bagi talenta muda Indonesia.
Tiga penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di Tianjin University dengan fokus pada bidang STEM.***