kampus

Gandeng YWBI, Boy Thohir bersama Hendropriyono kirim anak muda RI tempuh pendidikan ke negeri China

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:31 WIB
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir alias Boy Thohir secara resmi mengirim putra-putri terbaik Tanah Air untuk menempuh pendidikan di Tianjin University, China (Instagram.com/@herbettimbosiahaan)

Baca Juga: Jejak kasus gratifikasi Silmy Karim, dari sitaan Rp17,5 miliar hingga 8 orang jadi tersangka

Boy Thohir juga menyampaikan harapannya agar para penerima beasiswa tidak melupakan Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap adik-adik semua bisa kembali ke tanah air untuk memberikan yang terbaik untuk negara tercinta yang kita cintai ini,” ungkap Boy Thohir.

Hendropriyono soroti penguatan SDM

Dalam kesempatan yang sama, Hendropriyono mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pengiriman talenta-talenta muda potensial untuk menempuh pendidikan di China.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencetak generasi yang memiliki kemampuan dalam menguasai teknologi sekaligus dapat berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

Baca Juga: Sempat viral karena marahi petugas BNPB soal bantuan gempa NTT, Camat Lamba Leda Utara mundur

“Langkah ini penting untuk mencetak generasi yang mampu menguasai teknologi dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia,” terang Hendropriyono.

Hendropriyono menilai pengembangan SDM menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi kebutuhan kemajuan teknologi.

Sasar anak muda yang terkendala finansial

Program beasiswa tersebut juga menyasar anak-anak Indonesia yang dinilai memiliki kemampuan akademik dan potensi besar, tetapi menghadapi keterbatasan kemampuan finansial untuk melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Cerita penumpang KRL Jumat pagi pascademo 27 Agustus: Dugaan pelemparan batu hingga penyesuaian jalur kereta

Hendropriyono mengatakan kesempatan tersebut diberikan kepada putra-putri Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk mereka yang tidak mampu secara finansial.

“Kita akan mengirim putra-putri Indonesia terbaik yang memang punya potensi supaya gampang untuk dibentuk menjadi kekuatan dan maju, terutama orang yang tidak mampu secara finansial karena bangsa kita ini masih lebih banyak yang miskin,” ujar Hendropriyono.

Namun, ia mengakui jumlah mahasiswa yang lolos dalam program tersebut masih terbatas karena adanya persyaratan yang harus dipenuhi.

Halaman:

Tags

Terkini