GENMILENIAL.ID - Setiap tanggal 10 Januari, Indonesia selalu mengenang peristiwa bersejarah yang dikenal dengan sebutan 'Hari Tritura,'
Hari ini, 70 tahun lalu, aksi mahasiswa di seluruh nusantara menjadi titik balik dalam sejarah politik Indonesia, memberikan dampak besar terhadap kehidupan politik dan perubahan pemerintahan.
Pada tahun 1966, Indonesia tengah dilanda krisis ekonomi, politik, dan sosial.
Keadaan tersebut memuncak dalam kondisi yang sulit, di mana kebijakan pemerintah dinilai tidak mampu menangani permasalahan yang dihadapi oleh rakyat.
Baca Juga: Kunjungi lokasi longsor dan pengungsi di Desa Pasanggrahan, BNPB berikan bantuan sebesar Rp250 juta
Di tengah ketegangan tersebut, muncullah tuntutan dari mahasiswa terkait dengan tiga aspek utama, yang kemudian dikenal dengan sebutan Tritura, singkatan dari Tiga Tuntutan Rakyat.
Tiga tuntutan tersebut melibatkan tuntutan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, menuntaskan masalah korupsi di tingkat pemerintahan, dan menghukum para koruptor.
Ketiga tuntutan tersebut mencerminkan aspirasi mahasiswa yang ingin melihat perubahan positif dalam kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
Aksi mahasiswa pada 10 Januari 1966
Puncak aksi mahasiswa terjadi pada tanggal 10 Januari 1966. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta berkumpul di lapangan Monas, menyuarakan tuntutan mereka dengan penuh semangat.
Mereka membawa spanduk, poster, dan selebaran yang berisi aspirasi mereka untuk perubahan.
Aksi tersebut tidak hanya terbatas di Jakarta, melainkan melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan, para mahasiswa bersatu untuk mengecam ketidakpuasan mereka terhadap kondisi politik dan ekonomi saat itu.