GENMILENIAL.ID — Hampir tiga bulan pascabanjir dan tanah longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, warga Aceh Timur masih bertahan di tenda pengungsian.
Rumah yang rusak berat atau hilang membuat para penyintas menjalani Ramadan pertama mereka jauh dari hunian layak.
Sahur di tengah hujan dan angin
Video yang diunggah akun TikTok @294.me memperlihatkan momen sahur pertama warga di Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Aceh Timur.
“Sahur pertama di tenda pengungsian,” tulis pemilik akun, dikutip Jumat, 20 Februari 2026.
Baca Juga: Camp pengungsian Desa Delung Sekinel Aceh Tengah, warga bertahan pascabanjir bandang
Momen sahur ini berlangsung di tengah hujan dan angin, namun warga tetap bersyukur bisa berkumpul bersama keluarga meski kondisi terbatas.
“Bersyukur masih bisa berkumpul dengan keponakan dan masih bisa sahur bersama walaupun hujan dan angin,” tulis salah satu warga dalam kolom komentar video yang sudah ditonton lebih dari 42 ribu kali.
Harapan mendapat Huntara dari pemerintah
Meski janji pembangunan Huntara sebelum Ramadan belum sepenuhnya terealisasi, warga tetap tegar dan mensyukuri segala bantuan yang ada.
Baca Juga: ESAI: Sebuah upaya mengembalikan hati ke pusat peradaban
Mereka menantikan hunian sementara yang layak untuk menggantikan tenda darurat.
Progres pembangunan Huntara Aceh Timur
Menurut data Pemkab Aceh Timur per 2 Februari 2026, pembangunan Huntara untuk korban banjir telah mencapai 1.367 unit skema Insitu dan 201 unit skema Komunal dari total 2.592 unit yang direncanakan.