Levi mengungkapkan, kecelakaan itu bermula saat Lexi mengikuti latihan caving atau susur gua yang diselenggarakan oleh organisasi pecinta alam di bawah naungan kampus.
“Singkatnya, pada bulan April 2023, ananda tersebut mengikuti kegiatan latihan caving di gedung kampus,” ujar Levi.
Baca Juga: Viral guru honorer asal Blitar ungkap gaji Januari 2026 Rp144 ribu, harap pemerintah lebih peduli
Ia menjelaskan, saat latihan berlangsung, pengait pengaman yang digunakan putranya terlepas hingga menyebabkan Lexi terjatuh dari lantai enam gedung kampus.
“Pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” ungkapnya.
Penanganan usai insiden disorot
Tak hanya soal kecelakaan, Levi juga menyoroti penanganan pascakejadian yang dinilainya tidak sesuai prosedur.
Alih-alih dibawa menggunakan ambulans, Lexi justru dilarikan ke rumah sakit menggunakan taksi online.
Baca Juga: Viral ‘Open to Work’ di LinkedIn, Prilly Latuconsina minta maaf dan tegaskan bukan gimmick
Menurut Levi, putranya bahkan sempat dibopong, didudukkan di kursi roda, lalu dibaringkan di dalam kendaraan. Penanganan tersebut, kata dia, membuat kondisi Lexi semakin memburuk.
“Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat,” jelas Levi.
Ia menambahkan, hingga kini Lexi masih harus menggunakan kasur khusus untuk kenyamanan tulang ekornya akibat cedera yang dialami.
Respons pihak kampus mulai muncul
Setelah unggahan tersebut viral, Levi menyebut pihak kampus dan organisasi terkait akhirnya menghubunginya.
Baca Juga: Soal pengadaan Chromebook via e-katalog, Nadiem Makarim tegaskan tak ada intervensi menteri