Kisah haru penyintas: Kehilangan, ikhlas, dan saling menguatkan
Setibanya di lokasi, relawan Assyifa Peduli menyambangi langsung para penyintas yang sebagian besar telah kehilangan tempat tinggal.
Banyak warga kini menumpang di rumah kerabat atau menyewa rumah kosong demi bertahan hidup.
“Respon para penyintas sangat baik dan penuh haru. Ada kisah bayi yang selamat dari galodo, ada pula pasangan suami istri yang pergi berbelanja lalu menjadi korban bencana dan meninggalkan anak-anaknya. Namun ketegaran mereka luar biasa, saling menguatkan,” tutur Ahmad.
Distribusi bantuan dan komitmen tahap lanjutan
Pada tahap pertama ini, Assyifa Peduli dan BAWA menyalurkan rendang kaleng, sembako, serta dana tunai yang merupakan amanah dari para donatur.
Bantuan didistribusikan melalui posko lokal dapur umum maupun langsung kepada penyintas.
“Kami salurkan bantuan ke posko lokal untuk mendukung dapur umum, sekaligus langsung ke penyintas agar tepat sasaran,” jelasnya.
Ke depan, Assyifa Peduli memastikan penyaluran akan berlanjut dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan posko setempat untuk menentukan titik prioritas berikutnya.
“Insyaa Allah setelah tahap pertama ini akan ada penyaluran lanjutan. Kami terus koordinasi agar bantuan benar-benar sampai ke yang paling membutuhkan,” tandas Ahmad.
Menutup keterangannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan berharap para korban segera pulih dari dampak bencana.***