humaniora

Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh

Sabtu, 13 Desember 2025 | 14:59 WIB
Direktur LAZ Assyifa Peduli, Ahmad Sahirul Alim salurkan langsung bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Sumatera dan Aceh sejak Selasa, 9 Desember 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Di tengah akses terputus dan cuaca ekstrem pascabencana banjir bandang serta longsor di Sumatera Barat dan Aceh, komitmen bantuan kemanusiaan terus bergerak.

LAZ Assyifa Peduli bersama Badan Wakaf Assyifa (BAWA) turun langsung menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak, meski kondisi lapangan masih tergolong berat.

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini dimulai sejak Selasa, 9 Desember 2025, dan direncanakan berlangsung selama satu pekan ke depan.

Baca Juga: Polres Subang perkuat benteng toleransi, cegah radikalisme dari desa

Fokus bantuan menyasar Kecamatan Malalak dan Pelambayan di Sumatera Barat, serta Aceh Tamiang yang terdampak parah banjir bandang dan longsor.

Direktur LAZ Assyifa Peduli dan BAWA, Ahmad Sahirul Alim mengatakan bahwa kehadiran langsung relawan di lapangan menjadi bentuk tanggung jawab moral terhadap para penyintas bencana.

“Kami melaksanakan penyaluran langsung untuk korban terdampak bencana Sumatera sejak Selasa, 9 Desember 2025. Insyaa Allah penyaluran dilakukan selama satu pekan dan difokuskan di Malalak, Pelambayan, serta Aceh Tamiang,” ujar Ahmad Sahirul Alim.

Baca Juga: Setelah belasan tahun terabaikan, jalan utama Cikaum Barat akhirnya leucir, Kang Rey tegaskan tak ada lagi wilayah ‘ditinggalkan’

Hari ke-14 pascabencana, jalan masih tertutup material

Memasuki hari ke-14 pascabencana, kondisi di sejumlah titik disebut masih memprihatinkan. Material longsor berupa pasir, tanah, bebatuan, hingga batang pohon masih menutup akses jalan dan permukiman warga.

Kondisi pemukiman warga yang terkena dampak bencana longsor dan banjir bandang (Dok. Istimewa)

“Di hari ke-14, kondisi masih cukup parah. Akses menuju Pelambayan masih diberlakukan buka-tutup karena pembersihan material. Ditambah lagi cuaca sejak kami datang hingga hari ketiga terus diguyur hujan,” ungkap Ahmad.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim relawan dalam menyalurkan bantuan, terutama ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

Baca Juga: Jalan Kawunganten–Sindangsari akhirnya mulus, Kang Rey tegaskan 2027 tak boleh ada lagi jalan rusak di Subang

Halaman:

Tags

Terkini