GENMILENIAL.ID — Kabupaten Subang kini memiliki model baru modernisasi perikanan desa dengan diresmikannya Kampung Ikan Damandiri di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Selasa 18 November 2025.
Berbeda dari sentra perikanan lain, kawasan ini mengusung pendekatan integrated farm yang memadukan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok, edukasi berkelanjutan, hingga penyiapan rantai pasok untuk kebutuhan gizi masyarakat.
Program yang diinisiasi Yayasan Damandiri ini hadir untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi warga melalui perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI (Purn) Sugiono, menyebut Subang sangat potensial untuk pengembangan perikanan modern.
Baca Juga: Kukuhkan budaya K3, PT Dahana sabet penghargaan bergengsi di HKN ke-61 Jawa Barat
“Subang memiliki potensi luar biasa, dari ketersediaan mata air hingga pasar yang besar. Dengan pola budidaya yang tepat, kualitas ikan akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Bioflok jadi kunci lompatan teknologi perikanan desa
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur) mengapresiasi pembangunan Kampung Ikan Damandiri yang tidak hanya menghadirkan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga membawa teknologi modern ke desa.
“Polanya bukan pola biasa. Sistem bioflok seperti ini mungkin baru, dan bisa menjadi yang terbesar di Kabupaten Subang,” kata Kang Akur.
Teknologi bioflok memungkinkan ikan dipelihara lebih padat, lebih hemat air, dan memiliki kualitas lebih baik.
Model ini memberi peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan perikanan dengan produktivitas tinggi tanpa memerlukan lahan luas.
Dukung MBG Subang: Pasokan protein lokal lebih terjamin
Kang Akur menegaskan bahwa keberadaan Kampung Ikan Damandiri juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Subang, yang membutuhkan pasokan protein hewani stabil.