Disebutkan pula bahwa tindakan seperti menaikkan kaki ke teras stupa dianggap tidak pantas secara agama dan toleransi.
Aktivitas tersebut juga dapat mempercepat kerusakan relief akibat gesekan dan tekanan berulang dari pengunjung.
“Ini (stupa) adalah obyek pemujaan atau simbol religius dari umat Buddha, pantas kah kita menaikkan kaki kita ke simbol religius ini?” tambah keterangan dalam video tersebut.
Sejumlah komunitas Buddhis dan pemerhati cagar budaya pun berharap agar aturan pelestarian ini ditegakkan secara konsisten tanpa pandang bulu, guna menjaga kelestarian Borobudur sebagai warisan budaya bangsa dan dunia.***