Baca Juga: Bawa pesan Prabowo, Cak Imin jabat tangan dengan Paus Leo XIV di Vatikan
Ketika banyak tokoh terbuai euforia kekuasaan, Syahrir justru menarik diri ke ruang perenungan. Ia menulis kepada kawan seperjuangan:
“Lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan arah. Lebih baik sunyi dalam nurani, daripada riuh dalam kebencian.”
Hari ini, ketika kita melihat kekerasan masih sering dibungkus dengan jargon perjuangan, kita sepatutnya menoleh pada suara Syahrir.
Ia mengingatkan bahwa revolusi sejati adalah revolusi nilai, perjuangan membentuk manusia baru, bukan sekadar mengganti penguasa lama.***