Dalam Catatan Seorang Demonstran, Gie menulis kalimat yang kini menjadi semboyan moral bagi banyak aktivis muda.
“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”
Ia tidak ingin menjadi pahlawan. Ia hanya ingin menjadi manusia yang hidup dengan jujur.
Meski hidupnya singkat, namun warisan pemikiranya terus hidup dan menjadi lentera bagi mereka yang menolak tunduk pada kepalsuan.
“Saya tidak tahu apa yang saya dapat katakan, selain bahwa saya ingin menjadi manusia yang bebas.” — Soe Hok Gie
Artikel Terkait
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam
Soe Hok Gie: 7 Kutipan yang harus diingat pemuda hari ini
Soe Hok Gie dan relevansi gerakan mahasiswa hari ini
Menjadi manusia Indonesia dalam pandangan Pramoedya Ananta Toer
Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan
Bumi Manusia: Ketika pena menjadi senjata melawan penjajahan