Periode ini diawali dengan berdirinya organisasi Boedi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dan para pelajar STOVIA di Jakarta, yang menjadi tonggak awal gerakan nasional terorganisir di tanah air.
Baca Juga: Trump siapkan tarif impor untuk negara yang dinilai tak beritikad baik
Lahirnya cita besar anak bangsa
Boedi Utomo lahir dari keresahan akan penderitaan masyarakat akibat penjajahan dan keinginan untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan.
Sejumlah organisasi lain seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Sarekat Dagang Islam, Muhammadiyah, dan Taman Siswa juga turut terinspirasi untuk membangun bangsa.
Kemudian, pada tahun 1948, di tengah situasi krisis Indonesia, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, bertepatan pada peringatan 40 tahun berdirinya Boedi Utomo.
Penetapan ini bertujuan sebagai simbol memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kolonialisme.
Baca Juga: Trump tunjukkan simpati usai Biden divonis kanker prostat: Kami sedih mendengarnya
Kemudian, sejak 16 Desember 1959, Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
Sejak saat itu, Harkitnas diperingati 20 Mei setiap tahun sebagai momen mengenang perjuangan dan awal mula semangat kebangkitan nasional.***
Artikel Terkait
Di Harkitnas ke-116, Pj. Bupati tegaskan bahwa dirinya tidak punya kepentingan politik apapun di Subang, selain ingin daerah ini maju
Peringati Harkitnas ke-116, Pj. Bupati : Jadikan momentum untuk kebangkitan Subang
Makna penting peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116
Ini 3 puisi karya sastrawan Indonesia bertema perjuangan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional
Hari Kebangkitan Nasional 2025 angkat tema 'Bangkit Bersama', ini 4 makna utamanya
Polres Subang gelar upacara Harkitnas ke-117, Kapolres ajak personel wujudkan Indonesia kuat
Hari Kebangkitan Nasional: Mengenal 6 tokoh penting penggerak semangat bangsa