Dedi Mulyadi semprot oknum suporter Persikas: Orang Subang butuh jalan dan sekolah, bukan teriakan bola

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 29 Mei 2025 | 10:52 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi semprot oknum suporter Persikas pada acara dirinya bersama masyarakat di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu 28 Mei 2025 (Dok. Istimewa )
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi semprot oknum suporter Persikas pada acara dirinya bersama masyarakat di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu 28 Mei 2025 (Dok. Istimewa )

GENMILENIAL.ID - Sejumlah oknum suporter Persikas membuat geram Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menggelar acara bersama masyarakat di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu malam, 28 Mei 2025.

Kemarahan Dedi Mulyadi dipicu oleh aksi oknum suporter yang membentangkan spanduk bertuliskan 'Selamatkan Persikas' dan meneriakkan yel-yel dukungan sepak bola saat acara berlangsung.

Padahal, saat itu KDM sapaan akrab Dedi Mulyadi sedang menyampaikan cerita mengharukan tentang perjuangan seorang ibu sederhana dalam membesarkan anak-anaknya.

Baca Juga: 1.183 Jamaah haji asal Subang siap berangkat, Wakil Bupati lepas kloter pertama

“Hei, ini forum saya, bukan forum Persikas. Ini forum saya dengan rakyat, bukan dengan Persikas. Anak muda nggak punya otak kamu. Saya tidak terima Anda, saya cari kamu!” ujar KDM dengan nada tinggi, sambil berdiri dan menunjuk ke arah oknum suporter yang membentangkan spanduk.

Suasana pun hening, terlebih karena insiden ini terjadi pada sesi yang penuh empati. KDM kembali menegaskan bahwa tuntutan Persikas tidak relevan dalam forum tersebut.

“Hei kamu, Persikas pindah ke mana pun tidak akan mempengaruhi orang miskin untuk bisa makan. Orang Subang hari ini butuh jalan yang baik, sekolah yang layak, bukan teriakan bola,” katanya tegas.

Baca Juga: IFG dukung ketenteraman masyarakat saat long weekend lewat layanan perlindungan perjalanan

Menurutnya, urusan sepak bola seperti Persikas hanyalah bagian dari hobi dan kesenangan, bukan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan pentingnya mendahulukan pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

“Mengelola sepak bola profesional itu butuh biaya besar. Tidak mungkin Pemda Subang gunakan uang rakyat untuk urus main bola. Duitnya nggak cukup,” tegasnya.

Video kemarahan Dedi terhadap oknum suporter Persikas itu viral di media sosial. Banyak warganet justru mendukung sikap KDM yang dianggap membela kepentingan masyarakat kecil dan menegur aksi yang dianggap tidak tepat waktu maupun tempat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X