Ustaz Abdul Somad ikut komentari dugaan settingan hilangnya rendang di Palembang: Memang rendang konspirasi

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 4 April 2025 | 00:30 WIB
Ustaz Abdul Somad Tanggapi kasus Willie Salim (Instagram.com/ustadzabdulsomad_official)
Ustaz Abdul Somad Tanggapi kasus Willie Salim (Instagram.com/ustadzabdulsomad_official)

"Kalau niatnya betul, tulus, tidak mungkin rendang sebanyak itu apinya kecil," katanya.

Dari sudut pandang ilmu memasak, rendang idealnya dimasak minimal selama empat jam agar benar-benar matang.

Baca Juga: Polres Subang pantau pelaksanaan one way di Tol Cipali, situasi lancar dan kondusif

Selain itu, jika jumlah rendang yang dimasak mencapai 100 hingga 200 kilogram, seperti yang disebutkan dalam kejadian ini, maka api yang digunakan juga harus besar.

"Bahkan kalau apinya kecil, rendang sebanyak itu ditinggal begitu saja, ya itu memang rendang konspirasi," ujarnya sambil berkelakar.

Melalui candaan tersebut, Ustadz Abdul Somad ingin menyoroti adanya kejanggalan dalam proses memasak yang mungkin menjadi penyebab hilangnya rendang.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung berpikir negatif tanpa mempertimbangkan faktor-faktor logis yang mungkin terjadi.

Setelah peristiwa ini viral, Willie Salim dikabarkan ingin meminta maaf kepada masyarakat Palembang.

Baca Juga: Astra Tol Cipali terapkan one way menuju Jakarta untuk antisipasi kepadatan lalu lintas

Keinginan ini disampaikan melalui perantara Ustaz Derry Sulaiman, yang kemudian menghubungi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja.

Permintaan maaf ini berkaitan dengan insiden rendang 200 kg yang disebut menghilang setelah dimasak di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Menurut SMB IV Fauwaz Diradja, Willie Salim berencana datang langsung ke Palembang setelah Lebaran.

"Kebetulan tengah malam Ustaz Derry kontak ke saya, Ustaz kebetulan dekat dengan saya juga. Jadi dia bilang, 'Sultan, Willie Salim ingin minta maaf atas kegaduhan di Palembang'," ungkap SMB IV Fauwaz Diradja, Jumat 28 Mei 2025.

Ia menjelaskan bahwa Ustaz Derry, yang sering ke Palembang, melihat kehebohan yang terjadi di media sosial dan memutuskan untuk menghubungi SMB IV Fauwaz Diradja.

Baca Juga: Tragedi di Subang: Maling ayam yang berujung maut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Youtube Mang Dayat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X