"Wong kito yang salah? Tidak, memang dia sengaja. Itu salah satu hal yang kalau dilihat oleh anak-anak yang belum cukup umur, akan menganggap itu benar. Padahal itu orang yang cari uang," ujar Herman Deru dalam sebuah acara pengajian, Sabtu 22 Maret 2025.
Menurutnya, video yang viral tersebut telah menimbulkan dampak negatif terhadap citra masyarakat Palembang, seolah-olah warganya tidak tertib dan rakus.
"Kita dipermalukan. Tapi kalau aku adalah orang yang tidak paham dengan kejadian ini, aku tidak akan menyalahkan sedulur-dulur kita yang mengambil," katanya.
Herman Deru juga menegaskan bahwa nama baik Palembang tidak boleh dirusak hanya karena sebuah konten.
"Saya minta jangan rusak nama Palembang hanya karena untuk membuat konten oleh si pelaku, (Willie Salim). Justru harusnya kita angkat kebaikan-kebaikan daerah, jangan membuat konten yang merugikan nama daerah," tegasnya.
"Saya tidak rela nama Palembang dirusak-rusak hanya karena konten daging sepanci. Terlalu terhormat orang Sumatera Selatan, khususnya Palembang, hanya gara-gara daging sepanci," imbuhnya.***
Artikel Terkait
Hasil studi, seperti ini hubungan antara konten digital dengan kesehatan mental
Pemilik rumah di insiden kebakaran LA sebut Uya Kuya tak punya empati usai ketahuan bikin konten tanpa izin
Lolly muncul di konten Nikita Mirzani, ungkap permintaan maaf usai konflik mereda
Imbas makanannya dapat review negatif dari konten kreator, Ci Mehong desak pemerintah turun tangan buat aturan ini
Codeblu diduga lakukan pemerasan untuk hapus konten review kuliner, Chef Haryo Pramoe pernah beri peringatan: Pelanggaran kode etik
Dokter Richard Lee singgung konten review Skincare yang menunjukkan hasil lab: Belum tentu labnya terverifikasi
Permintaan maaf Willie Salim terkait hilangnya rendang 200 Kg saat masak besar setelah pernyataan Wali Kota Palembang viral