Skandal dugaan Pertamax oplos tuai sorotan, pedagang es krim keliling ini singgung mental koruptor yang doyan 'uang haram'

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 28 Februari 2025 | 00:12 WIB
Potret Pedagang Es Krim Keliling ‘Es Kita Es Krim’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Aji Setiawan (tengah) (Facebook.com/@EskitaEskrim)
Potret Pedagang Es Krim Keliling ‘Es Kita Es Krim’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Aji Setiawan (tengah) (Facebook.com/@EskitaEskrim)

Berkaca dari hal itu, seorang pedagang kaki lima di Kabupaten Karawang Jawa Barat menyayangkan tindakan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Riva selaku Dirut Pertamina. Begini katanya.

Baca Juga: Tepis isu Pertamax oplosan usai kasus korupsi Dirut Patra Niaga terbongkar, PT Pertamina jamin BBM yang dijual SPBU sudah sesuai aturan

1. Dampak nyata ke konsumen BBM Pertamina

Penjual es krim keliling 'Eskita Eskrim' di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Aji Setiawan (37) menyoroti dampak dari dugaan penyelewengan spek BBM Pertamina bagi pedagang kecil Tanah Air.

"Ini jelas berdampak bagi kami, pengusaha atau pedagang kecil. Untuk menjalankan usaha perlu naik kendaraan, kendaraan butuh BBM," terang Aji.

"Koruptor seenaknya saja bohongi kami (pedagang kecil), dampaknya nyata untuk kesejahteraan kami, semua jadi kurang karena biaya bensin mahal," tambahnya.

Aji mengaku kerap mengisi BBM kendaraannya sebanyak 4 kali dalam seminggu, karena aktivitas penjualannya yang berada di tempat yang jauh.

Baca Juga: Mantan pejabat Ditjen Pajak terciduk KPK, diduga gunakan kekuasaan untuk meraup uang sponsorship hasil gratifikasi demi fashion show anaknya

“Bayangkan, saya dalam sehari bisa ke empat sampai lima kecamatan berbeda. Belum kalau ada Es Krim yang kurang, saya bisa bolak-balik beberapa kali,” terang Aji.

“Kalau saya tidak masalah, saya kuat karena demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tapi kalau kendaraan saya, mereka butuh BBM dan itu tidak murah,” tegasnya.

 

2. Mengadu nasib di tengah geliat korupsi RI

Terkait kasus dugaan korupsi PT Pertamina, Aji menilai mental para koruptor itu sudah bermunculan sejak lama.

Terlebih, Aji melanjutkan terkait generasi muda yang tidak boleh mencontoh kasus-kasus korupsi yang beredar di media sosial (medsos).

Baca Juga: Bertemu dengan Mendagri Malaysia, Yusril ungkap pelaku penembakan 5 WNI sudah diproses hukum: Kita hormati tindakan hukum Pemerintah Malaysia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X