GENMILENIAL.ID - Widyaprada Ahli Madya Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Idris Apandi mengatakan bahwa dalam pembelajaran kurikulum merdeka guru diharapkan bisa melaksanakan strategi pembelajaran yang berbasiskan diferensiasi.
"Pembelajaran diferensiasi pada intinya adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter, kebutuhan, dan juga gaya belajar dari peserta didik," kata Idris pada sosialisasi penyusunan kurikulum jenjang SMP di Aula PGRI Subang Rabu, 30 Agustus 2023.
Lanjut Idris, dalam pembelajaran diferensiasi guru dapat memberikan pelayanan pembelajaran pada karakter peserta didik yang beragam.
"Peserta didik itu memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, ini juga dalam rangka memberikan pendidikan yang berpusat kepada anak," ujarnya.
Baca Juga: Tidur berkualitas, kunci mencegah gangguan kesehatan mental
Pada dasarnya, setiap anak harus diberikan pelayanan pendidikan yang sama, terkait straregi pembelajaran yang dilakukan dalam pembelajaran diferensiasi bisa dilakukan, pertama adalah dengan diferensiasi konten.
"Guru bisa menyiapkan beragam bahan, atau beragam media yang menjadi sumber belajar untuk kegiatan pembelajaran dikelas yang nantinya bisa disesuaikan dengan gaya belajar setiap peserta didik," ujarnya.
Kemudian, kedua ada yang disebut strategi pembelajaran diferensiasi berbasis proses, dalam hal ini guru diharapkan menggunakan beragam strategi, metode atau juga model pembelajaran yang disesuaikan.
Ketiga, strategi pembelajaran berbasis produk, pada pembelajaran ini guru memberikan ruang kepada anak untuk membuat beragam produk sebagai ekspresi pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.
Baca Juga: 5 Tips mencegah penuaan dini akibat paparan polusi udara
"Jadi guru tidak hanya menentukan satu produk saja yang dibuat oleh murid, tetapi murid bisa membuat beragam produk, sebagai gambaran pengetahuan mereka terhadap materi yang disampaikan," pungkasnya.
Keempat, strategi pembelajaran berbasis lingkungan, dalam hal ini guru diperbolehkan melakukan pembelajaran baik didalam kelas maupun diluar kelas.
"Bisa secara daring atau luring, atau juga gabungan dari daring, luring dan hybrid, atau bisa pembelajaran berbasis individu juga berbasis kelompok," jelasnya.
Kata Idris, apapun strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru, yang terpenting harus bisa merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna kepada peserta didik.