"Untuk kelas 7 baru kita pembiasaan lagi, karena sebelumnya mereka waktu SD belum mengenal, jadi dibiasakan saat ini," tuturnya.
Dengan melakukan pola-pola pembiasaan literasi seperti review buku, pembiasan membaca, bercerita dan kegiatan musikalisasi puisi, mendorong peserta didik untuk menuangkan ide dan gagasan pikiran mereka.
Kepada genmilenial.id, Tin Sutarmi pun menunjukan produk karya anak-anak SMPN 1 Cibogo yang sudah jadi buku dalam bentuk karya sastra novel.
"Untuk sekarang masih dalam proses kemarin sudah cetak, kemarin sudah ada tiga buku," tuturnya.
Buku-buku novel yang terpajang di perpustakaan sekolah selain dari karya-karya novelis besar, ada juga karya-karya novel para Alumni SMPN 1 Cibogo.
Dalam kesempatan yang sama, pengunjung perpustakaan sekolah, Andini Okta Septiani yang merupakan siswi kelas 9F SMPN 1 Cibogo menyebut bahwa kegiatan literasi disekolahnya cukup mengasyikan.
Ia pun biasa melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah dalam seminggu bisa beberapa kali kunjungan untuk mencari novel-novel favorit yang menjadi bahan bacaanya.
"Tiga sampai empat kali, baca buku novel, seperti karya Tere Liye," ucapnya.
Baca Juga: Paskibraka, pengibar bendera merah putih simbol patriotisme dan kebanggan nasional
Disamping mengunjungi perpustakaan sekolah, Andini juga saat ini lagi dalam tahap proses untuk membuat karya cerpen dalam kegiatan literasi sekolah yang dirinya ikuti.
Senada dengan Andini, Tri Suci yang juga merupakan siswa kelas 9D dan pengunjung perpustakaan sekolah menhebut bahwa dalam seminggu dirinya juga suka mengunjungi perpustakaan 2 sampai 3 jali kunjungan.
"Kemarin habis baca buku frendjere karya Almira, pesan dalam buku tersebut kita harus peka terhadap sekitar atau lingkungan kita," tuturnya.