GENMILENIAL.ID - Menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat, Sekolah Dasar (SD) Negeri RA Kartini gelar Ekspos Adiwiyata dengan menampilkan kreatifitas kerajinan siswa dari barang-barang bekas pada Rabu, 21 Juni 2023.
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, H. Hidayat yang juga membuka secara resmi pekan kreatifitas siswa SDN RA Kartini. Kemudian Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Subang tingkat Paud, TK, SD dan SMP, Juna Mulyadi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, H. Hidayat memberikan Piagam Bupati Subang kepada Kepala Sekolah SDN RA Kartini, Atin Surelawatin.
Baca Juga: Menghadapi perundungan (bullying), mengatasi masalah yang mempengaruhi banyak anak dan remaja
H. Hidayat juga menyebut bahwa piagam tersebut merupakan bentuk penghargaan dari Pemerintah Daerah Subang atas prestasi SDN RA Kartini dalam mengelola lingkungan.
"Adiwiyata itu adalah pola Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuat kader-kader lingkungan masa depan melalui edukasi di lingkup pendidikan," kata H. Hidayat kepada genmilenial.id pada Rabu, 21 Juni 2023.
Kadis LH juga menyebut bahwa SDN RA Kartini sedang dilakukan pembinaan terkait Adiwiyata ke level yang lebih tinggi yaitu tingkat Provinsi Jawa Barat.
"Sekolah ini akan terus didorong, dikembangkan dengan pola kolaboratif, dengan lembaga terkait," kata H. Hidayat
Baca Juga: Janjian melalui Medsos, Polres Subang berhasil amankan para remaja yang hendak tawuran
Lembaga-lembaga tersebut, kata H. Hidayat yaitu Dinas Lingkungan Hidup sebagai pembina Adiwiyata, Dinas Pendidikan sebagai pemiliknya, dan PUPR sebagai penyedia sarana dan prasarananya.
Namun yang paling pokok, adalah partisipasi dari para orang tua siswa yang dalam hal ini diwakili oleh Komite Sekolah.
"Sekolah ini harus maju, didorong bersama-sama, jadi apa yang disampaikan oleh Kepala Sekolah kita sangat mendukung," kata H. Hidayat
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN RA Kartini, Atin Surelawatin mengatakan bahwa dalam gelaran ekspos Adiwiyata Provinsi anak-anak siswanya menampilkan karya-karya yang terbuat dari barang barang bekas dan sampah plastik.
Baca Juga: Moderasi beragama, membangun keharmonisan dalam keanekaragaman