edukasi

Profil dan perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan pendidikan bagi perempuan Jawa

Jumat, 21 April 2023 | 14:24 WIB
RA. Kartini (Twitter )

GENMILENIAL.ID -  RA Kartini adalah seorang tokoh emansipasi perempuan yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Ia merupakan putri dari seorang bangsawan Jawa yang pada saat itu, pendidikan bagi perempuan belum dianggap penting. Namun, Kartini memiliki keinginan yang besar untuk memajukan pendidikan perempuan di Jawa, dan berjuang keras untuk mewujudkannya.

Sejak kecil, Kartini telah menunjukkan kecerdasannya dalam belajar. Namun, pada usia 12 tahun, ia dijodohkan dengan seorang bangsawan yang jauh lebih tua darinya.

Pernikahan tersebut membuatnya terpaksa putus sekolah dan mengikuti tradisi pada masa itu yang membatasi perempuan untuk keluar rumah.

Meskipun demikian, Kartini tetap berjuang untuk mendapatkan pendidikan dengan membaca buku-buku yang ia pinjam dari teman-temannya.

Baca Juga: Tradisi unik dan meresahkan masyarakat perbatasan Subang-Indramayu, penyapu koin di jembatan Sewo

Ia bahkan mengajukan permohonan kepada ayahnya untuk diizinkan melanjutkan pendidikannya, namun permintaannya ditolak.

Tidak berhenti sampai disitu, Kartini terus berjuang untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki. Ia memulai usahanya dengan membuka sekolah untuk anak perempuan di rumahnya pada tahun 1903.

Sekolah tersebut didirikan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan kepada perempuan agar mereka dapat mengembangkan kemampuan dan bakatnya.

Pendidikan yang diberikan juga tidak hanya berfokus pada pelajaran akademik, tetapi juga meliputi pelajaran tentang kebersihan, kecantikan, keterampilan rumah tangga, dan keterampilan sosial.

Kartini sangat peduli dengan keberhasilan pendidikan anak perempuan di Jawa, dan ia tidak ingin pendidikan tersebut hanya menjadi hak segelintir orang saja. Ia ingin semua perempuan di Jawa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

Selain itu, Kartini juga memperjuangkan hak-hak perempuan dalam bidang lain, seperti hak untuk bekerja dan memiliki pendapatan sendiri.

Lukisan Presiden Joko Widodo (Twitter resmi Jokowi)

Ia menganggap bahwa perempuan memiliki potensi yang sama dengan laki-laki dan harus diberi kesempatan yang sama untuk berkembang.

Baca Juga: Sambut Hari Kartini, Srikandi Polres Subang bagikan sembako dan kantong ketupat pada warga membutuhkan

Halaman:

Tags

Terkini