Baca Juga: Polisi sebut korban dugaan pencabulan Wakasek SMAN 1 Pamanukan bisa bertambah
Perangkat tersebut disebut belum dapat digunakan secara optimal karena persoalan daya listrik.
"Perangkat itu pun belum bisa digunakan karena sekolah tidak memiliki daya listrik yang memadai," tandasnya.
Di tengah perhatian tersebut, Kemendikdasmen memastikan SDN Mboeng akan masuk dalam program revitalisasi sekolah pada tahun ini.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch Salim Somad, mengatakan proses revitalisasi SDN Mboeng akan dilakukan pada 2026.
Baca Juga: Terjerat kasus dugaan pencabulan anak, Wakasek SMAN 1 Pamanukan terancam 12 tahun penjara
"Keterbatasan ruang kelas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat," kata Salim dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
Menurutnya, kondisi ruang kelas tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan kepada para siswa.
"Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa," tambahnya.
Digitalisasi pendidikan dan infrastruktur dasar
Kondisi SDN Mboeng juga memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara program digitalisasi pendidikan dengan ketersediaan infrastruktur dasar di sekolah.
Baca Juga: 56 Tahun di Indonesia, SHARP perkuat hubungan pelanggan lewat kampanye Every Customer Matters
Perangkat pembelajaran digital memang dapat menunjang proses belajar mengajar.
Namun, sekolah dengan kondisi ruang belajar yang masih terbatas juga membutuhkan sarana dan prasarana dasar yang layak untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Dalam kasus SDN Mboeng, keterbatasan ruang kelas menjadi salah satu persoalan yang disebut Kemendikdasmen. Sekolah tersebut bahkan masih menggunakan empat ruang kelas darurat.