Baca Juga: Istana buka suara soal polemik royalti lagu di kafe: Pemerintah cari jalan tengah
“Anak-anak itu biasanya susah bangun, tapi sekarang jam 05.30 WIB mereka sudah di sekolah. Orang tua sangat mendukung,” katanya.
SIGAP juga mencakup pembiasaan beribadah, sarapan sebelum belajar, hingga evaluasi rutin yang diumumkan secara terbuka.
“Yang menang diumumkan di lapangan, lalu posternya ditempel di mading,” tambah Ratna.
Bangun jam 04.00 WIB, demi disiplin dan buku hadiah
Azzahra Asyla Rahma, siswa kelas 6, terpilih sebagai Juara Siswa Paling Pagi untuk Juli 2025.
Baca Juga: Animo masyarakat membludak, pendaftaran undangan upacara 17 Agustus di Istana mungkin dibuka lagi
Ia mengaku bangun sejak pukul 04.00 WIB setiap hari dengan dukungan penuh dari sang ibu.
“Senang dapat reward buku dan pensil. Mau terus bangun pagi,” ujarnya tersenyum.
Saat ini, SDN Pasirkareumbi memiliki 135 siswa, dengan 9 guru, termasuk 2 guru penggerak, serta satu kepala sekolah dan satu penjaga sekolah.
Agus menyebut bahwa dukungan para guru membuat tugas kepala sekolah menjadi lebih ringan.
“Gurunya aktif, belum disuruh sudah bergerak. Ini luar biasa,” tuturnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Subang: TPPO bukan sekadar pidana, ini pelanggaran HAM!
Sekolah ramah, tapi tetap tertib