Wujudkan sekolah unggul dan berkemajuan, Kepala SMP dan SMA ‘ABS Bandung ikuti Diksuspala

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 20:30 WIB
Penampilan Seni Calung pada kegiatan Diksuspala di di Hotel Ibis Trans Bandung, pada 7-10 Oktober 2024
Penampilan Seni Calung pada kegiatan Diksuspala di di Hotel Ibis Trans Bandung, pada 7-10 Oktober 2024

Ketiga terkait penerapan kebijakan, diklat ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kebijakan pendidikan yang berlaku dan bagaimana menerapkannya di tingkat sekolah. 

Keempat, jaringan profesional, peserta memiliki kesempatan untuk membangun jaringan dengan kepala sekolah lain dan profesional pendidikan, yang dapat memperluas wawasan dan berbagi pengalaman. 

Kelima, kreativitas dan inovasi, memperkenalkan peserta pada praktik terbaik dan inovasi dalam pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah. 

Keenam, strategi manajemen sekolah, memberikan wawasan tentang berbagai strategi manajemen yang efektif, termasuk pengelolaan anggaran, sumber daya, dan hubungan dengan orang tua dan masyarakat, 

Baca Juga: Pro kontra E-Toll kadaluarsa yang ciptakan antrian panjang di gerbang tol

Ketujuh, peningkatan kualitas sekolah, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kepala sekolah dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. 

Kedelapan, pengembangan diri, selain aspek profesional, diklat juga berfokus pada pengembangan diri peserta, membekali mereka dengan keterampilan interpersonal dan refleksi diri.

Selain itu, lanjut Fitma, hal lain lagi yang ia dapatkan, yakni terkait jurus jitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) agar meningkat. 

“Peserta diklat dikenalkan cara branding dan marketing serta 11 jurus untuk PPDB sehingga peserta didik meningkat,” ucap Fitma.

Baca Juga: Ini dia wasit wanita timur tengah yang terlibat kasus skandal yang viral di medsos

Senada dengan Fitma, Kepala SMA ‘ABS Bandung Ridha Galih Permana mengatakan bahwa branding dan marketing harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kekuatan SDM serta meningkatkan infrastruktur yang ada di sekolah.

Selain berbicara mengenai pentingnya branding dan marketing dalam meningkatkan PPDB, Ridha pun mendapatkan banyak hal setelah mengikuti Diksuspala yang diikuti oleh 252 peserta.

“Hal lain yang saya peroleh, yaitu mengenai pentingnya analisis SWOT ketika akan menjalankan suatu program di lingkungan sekolah sehingga sekolah mengetahui peluang dan kekuatan apa yang dapat dikembangkan untuk meminimalisir ancaman,” kata Ridha.

“Setelah terciptanya suatu program, monitoring harus konsisten berjalan, dilanjutkan dengan evaluasi serta pelaporan. RTL wajib dilakukan sehingga apa yang kita rencanakan ke depan dapat berhasil,” sambungnya.

Baca Juga: Lebih dari sekadar relaksasi, ini 8 manfaat mandi air hangat bagi kesehatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X