Gelisah dengan nilai-nilai destruktif, Santri Waqi’iyyah akan gelar diskusi publik daring seputar nasionalisme dan peradaban, catat waktunya!

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 03:50 WIB
Panitia Diskusi Daring Santri Waqiiyyah, Faiz Ali
Panitia Diskusi Daring Santri Waqiiyyah, Faiz Ali

GENMILENIAL.ID - Santri Waqi’iyyah akan menggelar Diskusi Publik Daring via Google Meet dengan tema ‘Eksistensi Santri Dalam Membangun Nasionalisme dan Peradaban yang rencananya akan diselenggarakan pada Minggu, 13 Oktober 2024.

Kegiatan diskusi publik ini diperuntukan untuk umum yang juga akan menghadirkan narasumber seorang Penulis dan Aktivis Sosial, Sutan Aji Nugraha dan juga Founder Santri Waqi’iyyah, Cecep Dendi Hardiana.

Panitia dan juga moderator acara, Faiz Ali mengatakan bahwa kegiatan diskusi publik daring yang diselenggarakan oleh pihaknya merupakan bagian dari bentuk kegelisahan terhadap perkembangan dunia dan era digitalisasi modern yang begitu cepat.

“Kegelisahan ini di era digitalisasi, era modern, jangan sampai nilai-nilai kesantrian, kita bagaimana mempertahankan nilai-nilai universal, kebajikan universal ini tetap ada di jiwa-jiwa para santri, mahasiswa dan pemuda,” kata Faiz.

Baca Juga: Ironi seorang anak yang dipenjara akibat dakwaan membunuh ayahnya, ini hal yang dapat dijadikan pelajaran

Nilai-nilai tersebut, lanjut Faiz, jangan sampai hilang karena budaya-budaya impor yang masuk kepada bangsa Indonesia, ia juga menyebut bahwa kultur santri ketika pulang ke rumahnya harus bisa mengamalkan ilmunya.

“Cara mengamalkan ilmu tergantung kita alatnya seperti apa?, jalanya gimana dan mau dimana tempatnya, artinya saya punya jargon berbuat baik sesuai gaya,” ungkapnya.

Adapun syiar atau dakwah yang dilakukan olehnya, adalah cara yang disesuaikan dengan kebutuhan dan zaman, agar pesan yang mau disampaikan bisa didengar oleh masyarakat, terutama generasi muda baik pelajar atau mahasiswa.

“Bagaimana gaya, cara menyampaikan atau dakwahnya mungkin itu tersampaikan dan didengar oleh masyarakat, pelajar, mahasiswa, pemuda, begitupun santri, makanya alatnya, medianya diskusi, seminar,” ucap Faiz.

Baca Juga: 4 Pertandingan yang tunjukkan keganasan striker Timnas U-20 Jens Raven dan potensinya tembus ke skuad senior Indonesia

Adapun kegiatan diskusi ataupun seminarnya dalam bentuk daring, lanjut Faiz karena dengan daring cukup meringankan kost atau biaya.

“Itu online karena meringankan biaya,” ucapnya.

Flyer Diskusi Publik Santri Waqi’iyyah
Flyer Diskusi Publik Santri Waqi’iyyah

Lebih jauh, kata Faiz yang namanya santri harus memiliki peran dalam kehidupan pada sektor apapun, ia pun menyebut bahwa salah satu peran besar santri terhadap bangsa Indonesia adalah turit andil dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X