“Dekati mereka, dengan cara pendekatan dengan bahasa yang ramah dan santun, anak sekarang itu maunya seperti itu, tidak bisa dikerasi,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Sarto ketika menemukan indikasi bahwa anak-anak tersebut diduga terlibat geng motor maka harus segera diberikan pencerahan dengan melakukan dialog.
Anak-anak, kata Sarto harus diberikan pemahaman, dengan kelompok mana seharusnya mereka terlibat, hal tersebut sebagai sebuah ruang untuk bisa mengeksplorasi potensi diri mereka.
“Kalau anak itu sudah dicurigai punya kelompok, jangan pernah diomongin ketika banyak orang, panggil diruangan khusus sehingga mereka paham, jangan pernah mempermalukan mereka didepan orang,” jelasnya.
Sarto juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah melarang anak-anak untuk berkelompok asalnya untuk hal yang positif dam untuk kebaikan.
“Boleh saja punya kelompok, tapi dengan tujuan untuk kebaikan, bukan untuk persaingan yang tidak baik, seperti itu,” tuturnya.
Artikel Terkait
Panen Karya P5, PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Subang ajak tenaga pendidik untuk bertranformasi menuju era digitalisasi
Mengusung tema kearifan lokal, SMPN 1 Cibogo gelar panen karya menampilkan berbagai kesenian dan kuliner lokal
Kunjungi SMPN 3 Subang, Pj Bupati berikan motivasi para pelajar agar gigih bekerja keras dalam wujudkan impian
Di SMPN 4 Subang, Dr. Imran ajak para pelajar tingkatkan skill, peduli terhadap lingkungan dan gunakan medsos secara positif
Tingkatkan literasi siswa, SMPN 6 Subang akan gelar pelatihan menulis, kolaborasi dengan media online GenMilenial.id dan Kampus Mengajar
Seru! seperti ini antusiasme puluhan siswa SMPN 6 Subang dalam pelatihan menulis berita
Diikuti ratusan siswa, SMPN 6 Subang dan Mahasiswi Kamjar Kemdikbud gelar Literasi Numerasi