travel

Usai insiden Rinjani, Menhut siapkan evaluasi total SOP pendakian: Akan ada papan peringatan hingga gelang RFID

Jumat, 4 Juli 2025 | 14:33 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ungkap akan melakukan banyak evaluasi pada SOP pendakian gunung (Instagram/rajaantoni)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan berencana melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian gunung di Indonesia, menyusul insiden jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di jurang Gunung Rinjani, NTB.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, evaluasi ini mencakup pengamanan jalur pendakian, peningkatan infrastruktur peringatan, hingga inovasi teknologi berbasis RFID (Radio Frequency Identification) untuk para pendaki.

“Kami akan mengevaluasi secara total prosedur pengamanan dan SOP pendakian,” ujar Raja Juli di kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juni 2025.

Baca Juga: Menhut Raja Juli: Naik gunung bukan healing ke mal, butuh edukasi dan persiapan matang

Akan ada gelang khusus untuk pantau pendaki

Salah satu rencana konkret yang tengah dikaji adalah pemakaian gelang RFID atau ELT (Emergency Locator Transmitter) bagi setiap pendaki.

Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat pelacakan dan penanganan kondisi darurat di jalur pendakian yang ekstrem.

“Ada ide untuk menggunakan gelang RFID, agar jika ada kondisi darurat bisa langsung diketahui dan ditangani,” jelas Raja Juli.

Perbaikan signboard hingga posko evakuasi

Raja Juli juga menyampaikan bahwa papan peringatan (signboard) akan dipasang di titik-titik rawan di sepanjang jalur pendakian.

Baca Juga: Langka hadiri groundbreaking, Prabowo: Ini proyek bersejarah dan strategis bagi masa depan bangsa

Selain itu, posko pendakian akan diperbanyak dengan jarak yang lebih dekat satu sama lain untuk meningkatkan kesiapan evakuasi.

“Signboard akan ditambah di beberapa titik, juga akan dibuat posko yang jaraknya lebih dekat,” imbuhnya.

Pendaki akan diklasifikasikan sesuai pengalaman

Halaman:

Tags

Terkini