Menhut Raja Juli: Naik gunung bukan healing ke mal, butuh edukasi dan persiapan matang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 4 Juli 2025 | 12:45 WIB
Potret pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafii di kantor Basarnas, Senin, 30 Juni 2025 (Instagram/rajaantoni)
Potret pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafii di kantor Basarnas, Senin, 30 Juni 2025 (Instagram/rajaantoni)

GENMILENIAL.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti pentingnya keselamatan dalam wisata alam, terutama pendakian gunung, menyusul insiden jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di jurang Gunung Rinjani.

Dalam pernyataannya di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juni 2025, Raja Juli mengingatkan bahwa aktivitas mendaki tak bisa disamakan dengan liburan biasa seperti ke pusat perbelanjaan.

“Naik gunung itu tidak sama dengan ke mal. Kalau healing ke mal bisa dadakan, tapi kalau ke gunung, perlu persiapan dan edukasi,” ujarnya.

Baca Juga: Langka hadiri groundbreaking, Prabowo: Ini proyek bersejarah dan strategis bagi masa depan bangsa

Gunung bukan tempat wisata massal, tapi kawasan konservasi

Ia menegaskan bahwa gunung adalah kawasan konservasi yang berada dalam naungan taman nasional.

Wisata gunung, lanjutnya, bukanlah pariwisata massal yang dikelola seperti destinasi konvensional, melainkan ruang edukasi dan penghormatan terhadap alam.

“Intinya adalah konservasi. Kita beri ruang masyarakat untuk menikmati keindahan alam, tapi tidak boleh berjudi dengan keselamatan,” tegasnya.

Baca Juga: Bahlil: Indonesia punya SDA, China punya teknologi, proyek baterai listrik jadi kolaborasi kunci masa depan

Pernyataan ini menyusul sorotan publik global terhadap proses evakuasi dramatis terhadap pendaki wanita asal Brasil yang mengalami kecelakaan di Gunung Rinjani.

Proses penyelamatan yang melibatkan tim SAR gabungan tersebut sempat viral di media sosial dan menuai pujian atas profesionalisme petugas.

Raja Juli berharap insiden ini bisa menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Indonesia, terutama para pecinta alam, untuk selalu menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas pendakian.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X